- - - -
Facebook  Twitter  Google+

08/07/2014

Pesantren Disebut Lumbung Pelanggaran Pemilu, Santri Demo Panwaslu Pamekasan


PAMEKASAN (lintasmaduranews) - Puluhan santri yang berasal dari Forum Komunikasi Mahasiswa dan Santri Banyuanyar (FKMSB) dan Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) berunjukrasa ke kantor Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Pamekasan Selasa (8/7/2014).

Mereka berunjuk rasa ke kantor Panwaslu karena merasa dilecehkan oleh pernyataan ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Pamekasan, Ahmad Zaini yang menyebutkan bahwa pondok pesantren adalah lumbung pelanggaran pada setiap pelaksanaan Pemilu.

Kordinator aksi, Azief Mawardi Zein mengatakan, pernyataan ketua Panwaslu sudah melukai institusi pesantren secara keseluruhan di Indonesia. Pernyataan itu tidak didasari argumentasi dan data-data terjadinya pelanggaran Pemilu di pesantren. Yang disampaikan ketua Panwaslu hanya opini pribadi yang tidak bisa dibuktikan.

“Kami sangat menyesalkan tuduhan ketua Panwaslu. Kami minta yang bersangkutan mencabut pernyataan itu di depan umum,” terang Azief.

Yang paling disesalkan para santri, lanjut Azief, ketua Panwaslu Pamekasan menyebut dua pesantren terbesar di Pamekasan yang turut menjadi tempat organisir santri untuk mengarahkan dukungan pada calon tertentu. Dua pesantren itu yakni Mambaul Ulum Bata-bata di Desa Panaan Laok, Kecamatan Palengaan dan pesantren Darul Ulum Banyuanyar di Desa Potoan Laok, Kecamatan Palengaan.

Azief menjelaskan, ketua Panwaslu sehari sebelum aksi para santri ini, sudah diminta untuk mendatangi pengasuh dua pesantren dimaksud. Namun ditunggu oleh para santri sampai pukul 23.00 tadi malam, Zaini tidak kunjung datang. Bahkan nomor ponsel Zaini saat dihubungi perwakilan santri, tidak aktif.

“Maka hari ini di depan umum dan semua media, Ahmad Zaini harus menyatakan minta maaf dan apa yang disebutkan tidak benar,” pinta Azief.

Sementara itu ketua Panwaslu Pamekasan, Achmad Zaini mengaku akan mengaku akan memenuhi tuntutan para santri tersebut. Dia juga akan melakukan permintaan maaf kepada pengasuh ponpes dan sudah diagendakan akan dilakukan hari ini.

“Kalau dirasa meresahkan, kita mohon maaf. Kita juga sudah agendakan untuk mendatangai pesantren hari ini,” akunya. (san)