- - - -
Facebook  Twitter  Google+

25/09/2014

Antisipasi Kekeringan, BPBD Sumenep Tambah Persediaan Air


lintasmaduranews - Musim kemarau yang menyebabkan sungai-sungai kecil di Kabupaten Sumenep mulai mengering, membuat kekeringan semakin meluas. Untuk mengantisipasinya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat harus menambah persediaan air bersih.

Drs. H. Koesman Hadie, M.Si, Kepada Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep menjelaskan, hingga saat ini permohonan bantuan air bersih terus bertambah.

“Makanya kami menambah persediaan air bersih lagi sebanyak 101 tangki. Jadi, total yang dipersiapkan mencapai 401 tangki,”kata H. Koesman Hadie, Kamis (25/9/2014).

Proses pendistribusian kesejumlah Desa, lanjut H. Koesman Hadie, masih terus dilakukan. Pendistribusian itu antara 4 hingga 5 tangki setiap Desa. “Rata-rata 4 hingga 5 tangki per-Desa, sekarang sedang berlangsung,”terangnya.

H. Koesmas Hadie mengungkapkan, wilayah kekeringan terparah akibat musim kemarau panjang tahun ini tetap berada di Kecamatan Batuputih dan Saronggi.

“Tidak ada perubahan untuk lokasi terparah kekeringan. Tetap di Kecamatan Batuputih dan Saronggi,”ungkapnya.

Data di BPBD Sumenep, terdapat 64 Desa tersebar di 17 Kecamatan merupakan wilayah rawan kekeringan. Dari 64 Desa itu yang masuk rawan kekeringan kritis, berada di 2 Kecamatan, yakni Kecamatan Batuputih dan Kecamatan Saronggi. (sum)