- - - -
Facebook  Twitter  Google+

18/09/2014

Disdik Pertimbangkan Usulan Ulama Terkait Pemisahan Siswa Laki-laki dan Perempuan


lintasmaduranews - Disdik Pamekasan, Madura, Jawa Timur, masih mempertimbangkan usulan Ulama Pamekasan yang menginginkan siswa dan siswi di sekolah setempat dipisah.

Kadisdik Pamekasan Yusuf Suhartono mengatakan, pihaknya masih akan membicarakan hal itu dengan matang, sebab pemisahan tersebut membutuhkan kajian panjang.

“Saya masih belum bisa berkomentar mas, masih saya bicarakn dulu, kalau saya tidak ada masalah,” katanya kepada mediamadura.com. Kamis (18/09/14) pagi.

Terkait hal itu, kata dia, Disdik juga masih perlu masukan dari berbagai pihak termasuk wali murid yang ada di wilayah itu.

Jika memisah siswa perempuan dan laki-laki dalam satu lembaga, hal itu tidak mungkin, sebab akan menimbulkan dikriminasi dan persoalan baru.

“Gagasan itu juga perlu, Tapi, misalnya dipisah SMA 1 perempuan, SMA 2 laki-laki, ya gak bisa kalo begitu. Bisa kalau dalam satu sekolah kelasnya yang dipisah antara kelas laki-laki dan perempuan,” urainya.

Pembicaraan dan diskusi tentang hal itu perlu dilakukan, sebab apabila diterapkan secara sepihak dan tanpa ada pertimbangan dari masyarakat luas maka akan mendapatkan pertentangan.

“Nanti kalau itu diterapkan hawatir masyarakat sulit menerima itu, artinya masyarakat yang sulit menerima,” tegasnya.

“Nanti kan pasti ada yang perempuan ingin sekolah kesini, yang laki-laki ingin sekolah kesini, kan gitu. Kalau memisah pada saat proses belajar-mengajarnya saya rasa itu bisa dilakukan,” timpalnya.

Usulan Ulama itu disampaikan dalam pertemuan forum ulama Pamekasan dengan seluruh unsur pemerintah di Kabupaten Pendidikan itu. Selasa (16/9/2014) malam.

Sementara, Bupati Pamekasan Achmad Syafii mengatakan, usulan pemisahan antara siswa dan siswa di seluruh sekolah khususnya yang ada di bawah dinas pendidikan masih akan dilakukan kajian lebih lanjut.

Ia juga menuturkan, usulan tersebut perlu didiskusikan dengan berbagai pihak dan tidak serta merta dipisah tanpa ada kajian dan persetujuan dari semua pihak.

“Ini nanti perlu kita diskusikan lebih lanjut, antara dinas terkait dewan pendidikan, kalau semua sudah sepakat nanti itu bisa dilaksanakan,” tuturnya saat menjawab ususlan dari salah satu ulam yang hadir dalam forum tersebut.

Gagasan agar siswa laki-laki dan perempuan itu dipisah di sekolah-sekolah perlu mendapatkan perhatian dari dinas pendidikan untuk ditindak lanjuti. (san)