- - - -
Facebook  Twitter  Google+

24/09/2014

FAM'S Demo Kantor Bupati, 1 Pedemo Ditangkap dan Mengalami Luka


lintasmaduranews - Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Kaukus Mahasiswa Sumenep (KMS) melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati setempat,  Rabu (24/09/2014).

Mereka menuding Sekretaris Daerah, Hadi Soetarto sebagai pelindung Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tidak becus dalam menjalankan tugasnya.

“Pak Sekda sudah berkonspirasi dengan sejumlah SKPD untuk melakukan tindakan menyimpangan,” teriak Zainullah, salah satu orator aksi.

Dia menyatakan, salah satu kelalaian dalam bertugas, yakni banyak dana perjalanan dinas fiktif di sejumlah SKPD dan ada sekitar 700 rekening yang belum mendapatkan SK dari bupati.

“Ini sudah tindakan yang melanggar aturan, kalau Sekda tidak mampu memperbaiki sistem, lebih baik mundur dari jabatannya,” tegasnya.

Ia melanjutkan orasinya minta Sekretaris Daerah keluar untuk menemui mahasiswa di depan Kantor Bupati. “Dengan hormat kami minta Pak Sekda menemui kami disini, jika tidak, maka kami semua yang akan masuk,” kata salah satu orator aksi yang berpakaian Sakera di atas paga Kantor Bupati.

Setelah lama berorasi, pendemo ditemui oleh Sekda Sumenep, Hadi Soetarto. Dalam penjelasannya Ia membantah jika banyaknya rekening SKPD yang tanpa SK Bupati.

“Sekarang sudah tidak ada rekening di SKPD yang tidak mendapatkan SK dari Bupati. Itu dulu, sekarang sudah tidak ada, meski pun ada jumlahnya tidak banyak,” kilah Sekda Sumenep, Hadi Soetarto, Rabu (24/9/2014).

Menurutnya, sehubungan dengan kinerja SKPD, pihaknya mengaku terus memantau dan lambat laun memperbaikinya. “Jika ada yang masih belum maksimal, kami tetap selalu berupaya,” katanya.

Pantauan lintasmaduranews, terlihat ada pendemo mencoba naik ke pintu gerbang kantor bupati. Namun pihak keamanan yang sedang menjaga jalannya demo melarangnya. Rupanya ada kesalah pahaman antara pendemo dengan aparat dan akhirnya berujung ricuh dan diamankannya satu orang peserta aksi, Ferli.

“Saat terjadi ricuh, sahabat saya ada yang ditangkap polisi dan mengalami luka di bagian bibirnya, dagunya dan di pipinya lebam. Namun, teman yang diamankan itu dilepas lagi menjelang demo usai,” kata Zainullah.

Para pendemo membubarkan diri secara tertib dengan pengawalan petugas kepolisian Sumenep setelah mendengar penjelasan dari Sekretaris Daerah Sumenep.(sum)

Seorang pendemo ditangkap polisi

Sekda Sumenep bantah tudingan pendemo