- - - -
Facebook  Twitter  Google+

17/09/2014

FAMS Tuding Polres Sumenep Terlibat Kasus 14 Paket Proyek Cipta Karya


lintasmaduranews - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam  front aksi mahasiswa sumenep  (FAMS) mendatangi Polres Sumenep, selasa (16/9/2014 pagi. mereka menuding Polres Sumenep terlibat dalam kasus 14 paket proyek Cipta Karya.

“Kami menduga pihak kepolisian terlibat kedalam kasus 14 paket proyek cipta karya, karena Polres telah diberi jatah oleh CV,” ungkap  Hazmi korlap aksi.

Selain itu, Mahasiswa menuding Kapolres Sumenep AKBP Marjoko tidak bertanggung jawab atas kasus korupsi  yang ada di kabupaten Sumenep. Selain dinilai tidak mampunyai kemampuan, mandegnya beberapa kasus korupsi di polres Sumenep dinilai ada konspirasi politik.

Beberapa kasus yang mandek di Polres Sumenep, seperti tunjungan fraksi DPRD Sumenep, periode 1999-2004, dengan terlapor mantan Ketua DPRD Sumenep, Busyro Karim. Serta 14 paket proyek 2014 dengan terlapor dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang, penyimpangan bantuan raskin 2013 dan mark up data bantuan pugar di desa Lapataman kecamatan Dungkek 2011-2013 dengan terlapor mantan Kades Lapataman Dungkek.

Menanggapi tuntutan demonstran, Kasatreskrim Polres Sumenep, Iptu I Gede Pranata Wiguna mengatakan, pihaknya sangat antusias karena mahasiswa telah bersedia menjadi stekholder dalam mengawal kasus-kasus korupsi.“Terkait tuntutan mahasiswa, yang telah masuk pada kami akan kami tindak lanjuti,” janjinya.

Selain itu, lanjut Gede, untuk menangani kasus korupsi membutuhkan beberapa bukti-bukti konkrit. Apalagi menurutnya, saat ini pihaknya masih menunggu audit BPKP untuk mengetahui kerugian negara.

Saat ditanya mengenai institusinya terlibat dalam kasus 14 paket proyek di dinas PU Cipta Karya, pihaknya menepisnya. “Kami pastikan institusi Polres tidak terlibat. Dan kami tetap akan memproses semua laporan dugaan korupsi yang masuk,” tandasnya. (sum)