- - - -
Facebook  Twitter  Google+

28/09/2014

Waspada, Penculik Anak Berkeliaran di Pamekasan


lintasmaduranews - Penculik anak saat ini berkeliaran di Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Warga, terutama orang tua dan pihak sekolah perlu waspada. Terbukti, Rabu (24/09/14) siang hampir terjadi penculikan terhadap dua siswi Kelas 3 SDN 2 Tambung, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, saat dua siswi tersebut pulang dari sekolahnya yang tidak jauh dari rumahnya.

Peristiwa itu saat terjadi saat dua siswa itu, Sofi dan Nini hendak pulang dari sekolahnya. Biasanya kedua siswi tersebut pulang sekolah dijemput oleh orang tunya, tetapi hari itu kedua orang tua masing-masing tidak menjemputnya sehingga kedua siswa tersebut pulang jalan kaki.

Ina, warga setempat menceritakan, sekira pukul 11.00 WI, ada mobil Avanza warna putih yang berhenti dan mendekati kedua siswa tersebut dan mengajaknya pulang dengan alasan disuruh ibunya untuk menjemput.

"Saya lihat, satu siswi sudah masuk dalam mobil itu, namun yang satunya belum masuk. Terlihat, siswi yang belum masuk itu dipaksa masuk, tapo tetap menolak, mungkin ia mencurigai kelakuan orang yang mengajak pulang itu," katanya kepada lintasmaduranews.

Dengan berbagai rayuan dilakukan penculik, akhirnya siswa masih di luar mobil itu, masuk ke dalam mobil juga mengikuti siswi yang satunya. Sebelum masuk mobil, siswi itu bertanya nama ibunya (ibunyta siswi) kepada kedua penculik itu, namun pelaku tidak bisa menjawab pertanyaan siswa SD itu.

"Sebelum naik mobil, saya dengar pertanyaan dari siswi itu, pertanyaannya begini, kalau kamu memang disuruh ibu, nama ibu saya siapa, tidak ada jawaban dari dua pengedara mobil itu," kata Ina.

Sebelum mobil berangkat membawa kabur 2 siswi itu, ada warga desa setempat yakni Zainal yang mengenal kedua siswi itu dan berhenti di dekat mobil Avanza putih tersebut, Zainal langsung mengajak pulang kedua siswi itu yang sudah ada dalam mobil pelaku untuk pulang bersamanya.

"Karena ada kak Zainal, orang itu akhirnya pura-pura bertanya arah jalan menuju Surabaya. Beruntung keduanya yang sudah ada dalam mobil keluar dan diantar pulang oleh kak Zainal," kata Ina.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Pamekasan Yusuf Suhartono melalui Kabid Dikdas Prama Jaya meminta kepada seluruh sekolah yang ada di wilayah itu untuk melakukan antisipasi dan memberikan pemahaman kepada siswanya.

Selain itu, kata dia, pihak sekolah sudah mengetahui apa yang harus dilakukan, termasuk bekerjasama dengan wali murid, masyarakat dan lainnya.

"Kalau memang ada trend kasus seperti itu, sekolah harus sigap dan waspada," pintanya.

Selain itu pihaknya juga meminta agar orang tuas siswa, masyarakat, seluruh jajaran Disdik termasuk aparat kepolisian berperan aktif dan sama-sama mengantisipasi peristiwa serupa terjadi kembali. (san)