- - - -
Facebook  Twitter  Google+

09/10/2014

Berduka, SMKN 1 Pamekasan Kibarkan Bendera Setengah Tiang


lintasmaduranews - Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Pamekasan, Madura, Jawa Timur, mengibarkan setengah tiang di halaman sekolah itu sebagai simbol rasa duka atas meninggalnya siswanya Sofyan Nofebriyanto (Febri) lantaran dibacok oleh sekelompok preman saat pulang sekolah pada Senin (06/10/14) siang.

Waka Kesiswaan SMKN 1 Pamekasan A Subianto mengatakan, pengibaran bedera setengah tiang itu sebagai symbol duka atas meninggalnya salah satu siswanya dalam peritiwa penyerangan tersebut.

"Kami masih berduka, sehingga kami memasang bendera setengah tiang," katanya kepada wartawan saat ditemui di SMKN 1 Pmekasan. Rabu (08/10/14) pagi.

Selain mengibarkan bendera setengah tiang, pihaknya juga menggelar do'a untuk Febri sebelum memulai aktifitas belajara mengajar di sekolah tersebut, seluruh siswa juga ikut mendo'akan almarhum Febri.

"Sebelum pelajaran dimulai anak-anak dipandu dari pusat informasi melalui speaker yang disipkan di kelas-kelas untuk mendo'akan almarhum," jelasnya.

Khusus teman-teman kelasnya, kata dia, menggelar pengajian rutin setiap pagi, dan hal itu dilakukan atas kesadaran dari siswanya itu. Sebelum pelajaran dimulai, seluruh teman kelas Febri datang ke musholla sekolah dan menggelar pengajian bersama-sama untuk mendo'akan temannya itu.

"Siswa berinisiatif untuk menggelar pengajian sebelum jam pelajaran dimulai, khusus teman-teman kelasnya. Jadi anak-anak langsung ke mosholla mengadakan pengajian bersama untuk mendo'akan almarhum," katanya kepada wartawan usai mendampingi siswanya menggelar pengajian tersebut.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, peritiwa pembacokan itu terjadi pada Senin (06/10/14) kemarin, saat Febri beserta temannya Rispandi pulang sekolah, setibanya di depan SMA 4 Pamekasan, kedunya dicegat oleh sejumlah preman.

Dalam peritiwa itu Rispandi pengalami luka parah sedangkan Febri mengalami luka parah akibat luka bacok di bagian punggung kirinya hingga nyawanya tidak tertolong meskipun telah dirawat di RS. Slamet Martodirdjo Pamekasan.(san)