- - - -
Facebook  Twitter  Google+

30/10/2014

Peringati Hari Jadi, PNS Sumenep Kenakan Pakaian Kraton


lintasmaduranews - Para pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengenakan pakaian adat khas keraton setempat dalam rangka memperingati hari jadi ke-745 Kabupaten tersebut selama dua hari.

"Kewajiban para PNS mengenakan pakaian adat khas keraton itu hanya berlaku selama dua hari, yakni Kamis dan Jumat (31/10/2014). Instruksi ini berlaku bagi semua PNS, termasuk yang bertugas di kecamatan," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Hadi Soetarto di Sumenep, Kamis (30/10/2014).

Pemkab Sumenep menetapkan 31 Oktober sebagai hari jadi daerah tersebut.

"Instruksi tersebut juga untuk mengingatkan kembali sekaligus mengenalkan pakaian adat khas keraton kepada warga Sumenep, utamanya anak-anak dan generasi muda," ujarnya.

Ia menjelaskan, kebijakan untuk mewajibkan para PNS di lingkungan Pemkab Sumenep mengenakan pakaian adat khas keraton menjelang hari jadi, telah dilakukan sejak 2013.

"Ini merupakan tahun kedua pelaksanaan kebijakan untuk mewajibkan PNS mengenakan pakaian adat dalam rangka memperingati hari jadi. Meskipun instruksi tersebut bersifat wajib, kami tidak akan menjatuhkan sanksi bagi PNS yang tak mengenakan pakaian adat," ucapnya.

Hadi optimistis para PNS di lingkungan Pemkab Sumenep tidak keberatan mengenakan pakaian adat khas keraton tersebut sebagai wujud kebanggaan sekaligus penghormatan atas karya leluhur.

"Sebagian besar PNS di lingkungan Pemkab Sumenep itu asli Sumenep. Kami pikir mereka akan senang hati mengenakan pakaian adat tersebut. Kalau pun ada yang tak terbiasa, tidak apa-apa. Kebijakan ini hanya dua hari dalam setahun," katanya, menambahkan.

Sementara Harno,salah satu guru di SMA I Sumenep mengatakan bangga memakai pakaian adat walaupun sedikit merasa gerah."Saya bangga menggunakan ini walaupun sedikit gerah, yah bagaimana lagi sudah perintah," katanya saat mengeprint ke di salah satu warnet di Sumenep.

Tema Hari Jadi ke-745 Sumenep adalah "Semarak Pesona Pulau Giliyang". Pemerintah daerah sengaja mengambil tema itu sebagai bagian dari upaya untuk mewujudkan dan lebih mengenalkan Pulau Giliyang sebagai ikon baru wisata di Sumenep, yakni lokasi wisata kesehatan.

Pulau Giliyang adalah salah satu pulau berpenghuni di Sumenep yang secara administrasi merupakan wilayah salah satu kecamatan daratan, yakni Dungkek.

Sesuai hasil penelitian LAPAN yang bekerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep pada 2006, kandungan oksigen di Pulau Giliyang, pada kisaran 3,3 persen hingga 4,8 persen di atas normal.

Penelitian yang dilakukan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sumenep pada 27 Desember 2011 juga memperoleh hasil sama, yakni kandungan oksigen di Pulau Giliyang di atas rata-rata wilayah lainnya, yakni sekitar 21 persen.(sum)