- - - -
Facebook  Twitter  Google+

07/10/2014

PLM dari Pulau Raas Menuju Bali Tenggelam, 49 Penumpang Belum Ada Kabar


lintasmaduranews - Perahu Layar Motor (PLM) Jabal Nur milik H. Paong (40), warga Dusun Talango Tengah, Desa Brakas, Kecamatan/pulau Raas, Sumenep, dikabarkan tenggelam di perairan selat Banyuwangi, sekitar 15 mil dari  bibir pantai, Senin (6/10/2014).

Perahu  yang mengangkut 49 orang rombongan pengantin dari pulau Raas, berlayar dari pelabuhan Brakas sekitar pukul 9.00 Wib menuju  pelau Dewata Bali untuk menghadiri pesta perkawinan.

Namun sebelum perahu rombongan  masuk ke perairan selat Bali, mesin perahu tiba-tiba mati, dan tidak bisa diperbaiki. Sehingga perahu tersebut tidak bisa melanjutkan perjalanan dan hanya bergerak mengikuti arus laut. Diketahui, di daerah itu kondisi ombaknya sangat besar dan berpotensi menggulung apa saja yang ada ditempat tersebut.

"Sekitar pukul 15.00 Wib. Kami menerima kabar duka, bahwa perahu yang ditumpangi rombongan, mesinnya mati, celakanya lagi mesin pompa air yang ada di perahu itu juga mati, dan setelah itu tidak satupun nomor kontak penumpang yang bisa di hubungi," kata Fauzi Muhfar (30), pemuda Pulau Raas yang keluarganya ikut dalam rombongan, Selasa (7/10/2014).

Karena terlalu banyak air laut yang masuk ke perahu, sedang kondisi pompa air dalam perahu itu macet, maka lama kelamaan perahu itu tenggelam.

Tenggelamnya perahu pengangkut rombongan penganten, diperkuat dengan matinya semua nomor kontak penumpangnya, sehingga pihak keluarga tidak bisa menghubunginya.

Akibatnya pihak keluarga mengontak Polair Jangkar Situbondo, Polair Banyuwangi, serta meminta bantuan TNI. Selain itu, pihak keluarga juga mengontak dan meminta bantuan para nelayan pulau Raas yang ada di Jawa, untuk mencari keberadaan perahu rombongan penganten tersebut.
Namun hingga hari ini, keberadaan perahu pengangkut rombongan belum diketahui.

Jenis kelamin laki-laki sebanyak 17 orang dan Perempuan 21 orang. Sedangkan anak-anak sebanyak 11 orang. Total penumpang 49 orang.

Berikut nama-nama penumpang. Penumpang laki-laki  yakni H. Munib, Mupaher, Lamsuri, H. Aten, Asnawi, Udin, Hudari, Hayat, Ahmad, (calon mempelai), Hamdan, Israna, Murahem, Ach. Zaini, Ahyari, Asy’ari, H. Suno, Siddiq. Sedangkang penumpang perempuan yakni Hj. Ruhani, Saina, Raksiya, Asrawiya, Puhawe, Mama, Hj. Punama, Hj. Asma, Hj. Fatimatun, Sitti, Lutfiana, Mariani, Maseni, Mohawi, Rusna, Liyema, Jumani, Isnaini, Ennong, Maskiya, Hosmaini. dan Penumpang anak-anak yakni Irul, Rio, Puji, Fita, Ragil, Elok, Sinta, Danil, Windi, Andik, dan Ahmad. (sum)