- - - -
Facebook  Twitter  Google+

25/11/2014

Enam Siswi SMAN 3 Pamekasan Kesurupan


lintasmaduranews - Sedikitnya enam siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3, Pamekasan, mengalami kerasukan roh halus di sekolahnya, di Jl Pintu Gerbang, Kelurahan Bugih, Pamekasan, Senin (24/11/2014), sekitar pukul 12.00 WIB.

Keenam siswi itu meronta-ronta sambil berteriak histeris, seperi memanggil-manggil nama seseorang yang tidak dikenal berulang-ulang, serta mengomel dengan kalimat tidak jelas.

Akibat kejadian itu, pihak sekolah terpaksa mendatangkan beberapa orang pintar untuk merukyah siswa yang dilanda kesurupan. Selain itu, wali murid dan orang tua siswi bersangkutan dihubungi, agar anaknya yang kesurupan dibawa pulang.

Menurut sumber di lokasi kejadian, saat itu terdapat salah seorang siswi kelas 10 yang kerasukan. Tidak jelas apa penyebabnya. Siswi itu berteriak-teriak histeris.

Beberapa teman yang duduk di samping dan sebangku dengan siswi itu berusaha menenangkan sambil memegangi tubuhnya. Namun pegangan itu terlepas dengan sendiri, seperti tidak kuat menahan tenaga siswi itu.

Karuan saja kejadian itu membuat siswi lain dan guru pengajar kaget. Sebab peristiwa itu juga menimpa beberapa teman lain yang duduk samping kanan kirinya ikut meronta-ronta.

Di tengah kepanikan itu, guru pengajar mendekati siswi yang tengah kerasukan roh halus. Sambil komat-kamit membacakan sesuatu, namun usaha itu belum juga berhasil, sehingga enam siswi yang kerasukan itu dipindah ke ruangan guru ditempatkan terpisah dan mendatangkan tim orang pintar untuk mengobati kondisi siswanya.

Dian, salah seorang siswi asal Desa Montok Larangan, Pamekasan, setelah kondisinya membaik didudukkan di ruang lobi. Namun kondisinya masih labil. Pandagannya kosong dan tubuhnya mematung. “Dian ini ibu guru, tolong lihat saya. Jangan biarkan pikiranmu kosong dan jangan bengong seperti itu,” kata sala seorang guru, sambil menggoyang-goyangkan tubuh Dian.

Sedang Riski Maya, siswi lain yang masih belum stabil, terpaksa dijemput orang tuanya menggunakan mobil ke sekolahnya. Ketika hendak dibawa ke luar, tubuh Maya sempoyongan, sehingga guru dan ayah kandugnya, Suyanto, memapah tubuh Maya masuk mobil.

Kepada Surya, Suyanto, mengatakan, ia dihubungi sekolah memberitahu jika anaknya mengalami kesurupan. “Kami tidak mengerti kenapa anak kami kesurupan. Hanya saja, malam minggu kemarin, anak kami ikut pramuka di sekolah hingga tengah malam,” kata Suyanto.

Kepala SMAN 3 Pamekasan, Abdul Azis, yang dimintai konfirmasinya mengatakan, kesurupan yang menimpa siswanya ini sudah biasa terjadi. Bahkan, bukan hanya siswinya saja, tapi sebelumnya juga siswi di SMA 2 dan SMA 4, mengalami hal serupa.

“Kejadian ini sudah biasa. Maaf kami tidak mengerti apa penyebab siswa kami kesurupan. Sebab sekarang masih dalam penanganan untuk penyembuhan. Dan kami kira masalah kesurupan tak perlu dipublikasikan, yang kami butuhkan orang yang bisa menyembuhkan siswi kami,” kata Abdul Azis. (so)