- - - -
Facebook  Twitter  Google+

14/11/2014

HMI Cabang Bangkalan Tolak Rencana Kenaikan BBM



lintasmaduranews - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bangkalan,Madura, Jawa Timur, menggelar aksi demo tolak penaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang direncanakan oleh Pemerintahan Jokowi-JK, Kamis (13/11/14).

Dalam aksinya mahasiswa melakukan Blokade jalan raya Sukarno-Hatta, dan menggalang dukungan kepada masyarakat dan pengendara dengan meminta tanda tangan.

Tidak hanya itu mahasiswa yang tergabung dalam HMI, juga merobek gambar Presiden Jokowi-JK yang terpangpang di depan SPBU bangkalan. Mereka juga membakar gambar Jokowi.

Dalam orasinya mahasiswa, secara tegas menolak kenaikan BBM. Dan meminta Jokowi, turun dari jabatannya sebagai presiden. Sebab jokowi telah mengingkari janji yang katanya pro rakyat kecil.

Menurut korlap aksi Khoirus Zaman, menyatakan sikap menok kenaikan BBM. Sebab akan menyengsarakan rakyat.

"Harga miyak dunia turun. Tapi kenapa di indonesia malah naik. Padahan indonesia adalah penghasil minyak dunia," ungkapnya.

Berdasarkan ahli ekonomi rizal ramli, mantan menko di era Gusdur. Kenaikan BBM akan berdampak pada 86,3 juta pengguna sepeda motor, 2,2 juta nelayan, 3 juta kendaraan umum dan 10 juta rakyat yang tergolong miskin, dengan demikian jumlah orang miskin di indonesi akan bertambah 28,2 juta.

"Jadi dengan menaikkan bbM dari 6500 ke 9500 adalah pebuatan menindas rakyat,"tandasnya.

Sementara itu massa tetap bertahan memblokade jalan raya. Setelah aksinýa di kantor DPRD tidak ditanggapi.

Sementara itu, aparat kepolisian terlihat mengalihkan laju kendaraaan. Karena jalur sukarno-hatta ditutup total oleh mahasiswa.

Dan tidak seperti biasaya aparat keamananan, tidak melakukan tindakan yang keras terhadap mahasiswa.  Mereka terlihat membiarkan dan setuju dengan aksi mahasiswa menolak BBM.(lan)