- - - -
Facebook  Twitter  Google+

26/11/2014

Sekdes Lenteng Timur Tersangka Gelapkan Uang Sertifikat Tanah


lintasmaduranews - Moh Halki, Sekretaris Desa (Sekdes) Lenteng Timur, Kecamatan Lenteng, Sumenep, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh tim penyidik polres Sumenep. Oknum aparat desa tersebut dinyatakan cukup bukti telah menggelapkan uang pembuatan sertifikat tanah milik warganya.

“Tersangka penggelapan uang sertifikat tanah, di Desa Lenteng Timur, Kecamatan Lenteng. Selanjutnya kasus tersebut akan kami limpahkan ke pengadilan untuk proses hukum selanjutnya,” kata Kapolres Sumenep, AKBP Marjoko, Selasa (25/11/2014).

Penetapan tersangka tersebut dilakukan, setelah tim penyidik Polres Sumenep melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, bukti, serta saksi kunci yakni Wahyu dari Badan Pertanahan Nasional (BPN). Sekdes Desa Lenteng Timur, terbukti tidak menyetorkan uang pembuatan sertifikat tanah pada BPN.

Dugaan adanya penggelapan uang sertifikat tanah oleh Sekdesnya itu bermula dari tidak kunjung selesainya pembuatan sertifikat yang diberinama Program LARASATI. Masyarakat yang terlanjur membayar uang pembuatan sertifikat pada tersangka sejak satu tahun lebih terus menanyakan sertifikat tanah yang dijanjikan.

Namun hingga beberapa kali ditanyakan, sertifikat tanah yang dinanti warga tidak kunjung datang. Padahal janji pembuatan sertifikat paling lama hanya butuh waktu sekitar tiga bulan. Namun hingga 1,5 tahun sertifikat tanah tersebut belum juga selesai.

‘’Warga kecewa setelah tahu, uang yang disetorkan kepada Sekdes tersebut ternyata tidak disetorkan ke Badan Pertanahan. Sehingga warganya melapor ke Polres Sumenep,’’ lanjut Joko.

Jumlah uang yang sudah disetorkan kepada tersangka Moh Halki jumlahnya bervariasi.  Hal itu disesuaikan dengan luas tanah yang akan disertifikat. Biaya pembuatan sertifikat tanah yang dibebankan pada masyarakat, antara Rp 1 Juta hingga Rp 4.500.000. (so)