- - - -
Facebook  Twitter  Google+

22/11/2014

Terbongkar, Seorang Pimpinan Ponpes Setubuhi 7 Santriwatinya


lintasmaduranews - Seorang pimpinan pondok Pesantren (Ponpes) di Desa Sewayuwo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan berinisial AW dilaporkan ke kepolisian lantaran menyetubuhi tujuh santriwatinya.

Ketujuh santriwati yang menjadi korbannya itu, antara lain berinisial M (20), U (21), I (19) , R (20), N (20), K (27),  MS (19). Sebagian korban merupakan warga, Pandaan, Prigen, Purwosari, Kabupten Pasuruan, dan sebagian dari Madura.

Menurut Paur Subbag Humas, Ipda Sutrisno, terbongkarnya kasus tersebut setelah satu dari tujuh korban mengaku kepada suaminya, bahwa keperawanannya hilang di tangan pimpinan ponpes tempatnya menimba ilmu saat berusia berusia 16 tahun 2010 silam.

"Dari situlah akhirnya suami korban melaporkan kejadian yang dialami istrinya itu ke unit PPA Polres Pasuruan. Waktu melakukan pencabulan itu, para korbannya rata-rata masih dibawa umur. Yakni, berusia 16 -17 tahun,” katanya Jumat (21/11/2014).

Kini akibat perbuatannya,  AW sudah ditetapkan sebagai tersangka pada awal bulan ini. Dan dirinya juga dijerat dengan pasal 81 ayat 2 UU RI no 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, ancaman hukuman minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun penjara. (ema)