- - - -
Facebook  Twitter  Google+

15/02/2015

Aktivisi Anti Korupsi Gelar Doa Kesembuhan Mathur Husyairi


lintasmaduranews - Kasus penembakan gelap yang menimpa Mathur Husyairi Bangkalan, pegiat anti korupsi yang juga mantan Caleg PBB Jatim Dapil Madura pada 20 Januari lalu diharapkan jangan sampai menciutkan nyali para aktivis.

Tom Mas’udi, selaku sekretaris dan humas, DPW PBB Jatim menyatakan, Insiden penembakan ini seharusnya justru memicu semangat gerakan memberantas korupsi di negeri ini.

"Mundur selangkah adalah satu bentuk penghianatan perjuangan,"  Demikian salah satu poin pernyataan yang dihasilkan dalam forum dengan tema “Doa Bersama untuk Kesembuhan Mathur Husyairi dan Beg-rembeg Sataretanan (urun rembug saudara-saudara) Se Jawa Timur” yang digelar di rumah Mathur Husyairi di jalan Teuku Umar Bangkalan.

Hadir dalam acara yang dikemas sederhana dengan cemilan kacang rebus ini adalah kerabat, para tetangga, para aktivis anti korupsi yang mewakili jaringan anti korupsi 13 Kabupaten / Kota di Jatim, rekan-rekan Mathur di Center for Islam and Democracy Studies (CIDe) dan Madura Corruption Watch (MCW) seperti Aliman Harish,Musleh, Mahmudi dll. serta perwakilan PBB Jatim yang pada Senin 26/1 lalu beraudiensi dengan jajaran POLDA Jatim di Mapolda.

Memberikan sambutan pada acara ini, Tom Mas’udi, mewakili PBB Jatim menyampaikan bahwa sewaktu-waktu dibutuhkan PBB menyiapkan tim Advokasi sebagai bentuk perhatian partai terhadap kadernya. “Kami tidak sedang menarik masalah ini ke dalam ranah politik meskipun peristiwa ini sarat dengan muatan politik, kak Mathur adalah kader PBB, jadi kami lakukan apa yang kami bisa sebagai bentuk perhatian kami terhadap kader”, ujarnya.

Forum juga sepakat memberikan ruang yang seluas-luasnya kepada Kepolisian Jatim untuk secara profesional menyelesaikan perkara ini. “Kami masih meyakini bahwa Polda Jatim mampu mengusut tuntas”, tandas Tamsul, aktivis anti korupsi Kabupaten Sampang yang membacakan pernyataan sikap seraya menambahkan agar semua tetap menjaga kondusifitas Bangkalan khususnya dan Jatim pada umumnya guna memberikan rasa aman dan damai bagi masyarakat.

Menjelang tengah malam acara diakhiri dengan seruan Jaringan Anti Korupsi Jatim ,PBB dan hadirin yang mengajak seluruh elemen masyarakat terus mengawal kasus yang menimpa Mathur Husyairi ini agar tidak menjadi preseden buruk dunia pemberantasan korupsi.(beritajatim)