- - - -
Facebook  Twitter  Google+

18/02/2015

Angin Puting Beliung Rusak 5 Rumah dan SMU Muhammadiyah 1 Sumenep


lintasmaduranews - Angin puting beliung merusak lima rumah warga di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Kerusakan terjadi pada atap dan genting yang berterbangan.

Ke lima rumah yang rusak akibat puting beliung pada Rabu siang ini (18/2/2015), tiga diantaranya berada di Desa Pabian dan dua rumah lagi di Desa Kolor, Kecamatan Kota, Sumenep. Terjangan puting beliung sendiri berlangsung cepat.

Dimana sebelum hujan turun ada angin kencang yakni puting beliung. Kemudian puting beliung itu menghantam atap rumah warga. Tak lama berselang, hujan turun. Untuk sementara belum ada laporan korban jiwa.

Hanya saja membuat rumah warga rusak. Kini, warga mulai memperbaiki rumahnya yang rusak dengan dibantu tetangga.

"Anginnya datang dari arah Utara ke Selatan. Kemudian merusak rumah warga yang ada disini. Ini terjadi sebelum hujan turun. Setelah hujan turun, puting beliung hilang," ungkap Mukawi salah seorang warga Desa Pabian.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Koesman Hadi, membenarkan adanya puting beliung.

Namun, dirinya belum bisa memastikan berapa jumlah rumah warga yang rusak akibat puting beliung.

"Kami masih mendata dampak puting beliung yang terjadi tadi. Hasil pendataan, kerusakan rumah masuk kategori ringan karena hanya atap rumah seperti genteng yang rusak," tukasnya.

Selain merusak rumah, angin puting beliung tersebut juga marusak SMU Muhammadiyah 1 Sumenep. Sebanyak dua ruang kelas dan satu gudang SMA Muhammadiyah Sumenep, diterjang angin puting beliung, Rabu (18/02/15). Akibatnya, genteng dan atap tiga lokal tersebut rusak.

Kepala SMA Muhammadiyah Sumenep, Bahrus Surur menjelaskan, angin puting beliung itu terjadi saat kegiatan belajar mengajar di sejumlah kelas masih berlangsung. "Tiba-tiba terdengar bunyi gemuruh yang sangat keras. Kemudian genteng pecah dan jatuh. Siswa dan guru tentu saja kaget dan panik. Mereka langsung berhamburan ke luar kelas," katanya.

Menurut Bahrus, tidak hanya genteng kelas yang beterbangan. Atap bangunan yang difungsikan sebagai gudang, ikut terbang dibawa angin puting beliung. "Atap gudang itu terbuat dari seng sepanjang 15 meter. Itu terangkat oleh angin, kemudian dihempaskan dan terbalik," ujarnya.

Kejadian tersebut berlangsung sangat cepat, namun sempat membuat siswa ketakutan dan berlarian panik. Beruntung tidak ada korban dalam peristiwa tersebut. Setelah angin puting beliung berlalu, guru-guru dan murid-murid langsung bergotong-royong mengembalikan atap yang diterbangkan angin.

"Genteng-genteng yang rusak juga langsung kami perbaiki. Karena kalau tidak, nanti ruangannya tidak bisa ditempati. Rusak kena hujan. Tapi Alhamdulillah, tidak ada korban dalam musibah itu," ucapnya.