- - - -
Facebook  Twitter  Google+

15/02/2015

Kronologo Meledaknya Petasan di Desa Dasuk Timur


lintasmaduranews - Warga Dusun Toggung, Desa Dasuk Timur, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep dikejutkan dengan suara ledakan dahsyat dari rumah Hafid (55), dan Jumaati (45).

Sekitar pukul 9.30, Hafid (55), warga Dusun Toggung, Des Dasuk Timur, Kecamatan Dasuk, Sumenep, baru pulang sawahnya, menghalau burung pengganggu tanaman padinya.

Sehabis sarapan dan minum kopi, korban mendatangi istrinya Jumaati (45), yang sedang membuat rempah-rempah di beranda rumahnya, pukul 9.45.

Ia menceritakan pada istrinya, jika padinya di sawah selalu diganggu burung, kemudian ia menceritakan maksudnya akan membuat petasan untuk menghalau burung di sawah. Nyi Jumaati menyetujui rencana suaminya.

Pada pukul 9.50. Korban masuk ke ruangan tempat pembuatan petasan, sementara nyi Jumaati tetap membuat rempah-rempah di depan kamar suaminya membuat petasan.

Pada pukul 10.00 sudah berhasil membuat tiga petasan lempar ukuran besar, namun saat korban akan memperlihatkan petasannya pada istrinya, salah satu petasannya terjatuh dan meledak.

Ledakan dari rumah korban terdengar hingga radius 3km, dan tetangga korban datang ke lokasi. Hafid besrta dua korban lainnya dievakuasi sekitar 10.30. Dan dilarikan Ke puskesmas terdekat.

Namun karena kondisinya kritis, pukul 11.00 korban beserta dua korban lainnya dirujuk ke rumah sakit, tapi pada pukul 13.30. Hafid menghembuskan napasnya yang terakhir.

Pukul 14.00. Korban dibawa pulang oleh keluarganya untuk dimakamkan.

"Ledakannya dahsyat. Bahkan terdengar hingga radius 2 km. Ternyata berasal dari rumah pak Hafid," kata Hanafi, warga setempat,  Sabtu (14/02/15).

Informasi di lapangan, korban ledakan tersebut 3 orang, yakni Hafid (55) dan, Juma'ati (45) pasangan suami istri (pasutri), dan Hammad (35) menantu. Mereka mengalami luka serius dan dilarikan ke rumah sakit daerah (RSD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep. Ledakan dahyat itu diduga berasal dari petasan yang diracik korban.

"Kondisi terparah dialami kakek (Hafid: red). Tangan kirinya hilang, dan dua kakinya hancur. Sementara nenek (Jumati: red) mengalami luka bakar disekujur tubuh. Sedangkan bapak (Hammad: red) terkena pecahan kaca," kata cucu korban, Fauzan.

Aparat kepolisian menyita sejumlah barang yang diduga sebagai bahan pembuat petasan, dari rumah Hafid (55), warga Dusun Toggung, Desa Dasuk Timur, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep.

"Kami menyita kertas panjang yang diduga sebagai bahan pembuat selongsong petasan dari lokasi ledakan. Tim dari Polsek Dasuk dan Polres Sumenep saat ini tengah melalukan olah tempat kejadian perkara (TKP)," kata Humas Polres Sumenep, AKP Jaiman, Sabtu (14/02/15).

Menurutnya, ledakan itu terjadi di bagian gudang dan dapur rumah korban, yang diduga digunakan untuk meracik petasan. "Bangunan rumah korban ini bagian depan untuk tempat tinggal, dan bagian belakang difungsikan untuk gudang dan dapur. Di gudang inilah ledakan itu terjadi," terangnya.

Jaiman menjelaskan, akibat ledakan dahsyat tersebut, kondisi gudang hancur. Sedangkan rumah korban kaca-kaca jendelanya pecah. "Korban langsung dibawa ke rumah sakit daerah untuk mendapatkan perawatan intensif, karena lukanya cukup parah. Kondisi korban yang bernama Hafid, kritis," ungkapnya.