- - - -
Facebook  Twitter  Google+

07/02/2015

LBH Ansor Jatim Advokasi Kasus Penembakan Mathur Husyairi


lintasmaduranews - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur berjanji akan melakukan advokasi untuk penuntasan kasus penembakan aktivis antikorupsi di Bangkalan, Mathur Husairi.

"Kami akan mengadvokasi hingga adanya tuntutan di pengadilan, baik secara litigasi maupun non-litigasi," kata Direktur LBH Ansor Jatim Othman Ralibi di sela menjenguk Mathur Husairi di RSUD Dr Soetomo, Surabaya, Jumat malam (6/2/2015).

Othman datang menjenguk aktivis Madura Corruption Watch (MCW) itu dengan didampingi M Ja'far Shodiq, Muhammad Rutabus Zaman (wakil direktur), Mansyur (sekretaris direktur), serta sejumlah pengurus lain, di antaranya Abdul Hady JM, Anang Romli, dan M Yunus.

Kedatangan mereka ditemui istri Mathur, Muthmainah. Kondisi Mahtur sudah dalam tahap penyembuhan, sehingga aktivis LBH Ansor Jatim dapat berbincang bersama Mathur selama hampir satu jam.

Mathur Husairi adalah pegiat antikorupsi yang kerap mengungkap berbagai kasus korupsi di Bangkalan. Bahkan, dia yang melaporkan politisi setempat ke KPK.

Mathur ditembak oleh orang tak dikenal di depan rumahnya di Bangkalan, 20 Januari 2015. Saat itu ia baru selesai diskusi dengan rekan sesama aktivis di Surabaya. Akibatnya, Mathur mengalami luka tembak di bagian perut.

Ia pun harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr Soetomo hingga kini.

Untuk mengungkap kasus ini, tim Jatanras Polda Jatim juga ikut memback-up Polres Bangkalan. Hasilnya, empat orang ditangkap, di antaranya AA yang merupakan Ketua Komisi A DPRD Bangkalan.

Othman menilai penembakan yang dialami Mathur tersebut bukan kriminal biasa, melainkan dapat ditengarai adanya motif politis yang dilakukan oleh orang-orang yang khawatir terhadap perilaku koruptif yang selama ini dilakukannya.

"LBH Ansor Jatim berkewajiban untuk mengawal dan mengadvokasi korban agar terlindungi dari ancaman dan intimidasi yang berkelanjutan, baik terhadap diri pribadi korban maupun terhadap keluarganya dan mendapatkan keadilan dan perlindungan hukum yang seadil-adilnya," tegasnya.(antarajatim)