- - - -
Facebook  Twitter  Google+

14/02/2015

Madura Sumbang 77 Persen Produksi Garam Jawa Timur


lintasmaduranews - Produksi Garam di Kabupaten Bangkalan tidak semuanya berkualitas baik, hal itu karena tidak semua petani garam yang ada menggunakan teknologi modern yang mampu menghasilkan garam berkualitas tinggi (KW1).

Produksi garam di Kabupaten Bangkalan pada tahun 2014 mencapai 8000 ton lebih dan ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2013 yang hanya 5000 ton lebih. Luas lahan produksi garam yang ada di kabupaten Bangkalan, 159,8 ha, Luas lahan pugar 153,8 ha. Untuk produksi garam di Madura, Bangkalan hanya menyumbang 10%.

Dari 223 petani garam yang ada, hanya 85 petani yang mendapat BLM Pugar pada tahun 2014. Sedangkan dari 30 Kelompok Usaha Garam (Kugar) yang ada di empat Kecamatan Kawnyar, Kamal, Klampis, Sepulu, Tanjung Bumi di Kabupaten Bangkalan, hanya 11 KUGAR yang mendapat bantuan BLM.

Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan Hadari mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan program bantuan untuk petani dan kelompok usaha garam.

"Tahun ini, kita berencana memberikan bantuan kepada mereka agar mampu meningkatkan kualitas produksinya. Harapannya kita mampu memproduksi garam beryodium," kata Hadari, Sabtu (14/2/2015).

Lebih lanjut Hadari menjelaskan, harga jual garam kroso (garam kasar) Rp 412,- per kilogram. Harga garam ini, sudah diatur dalam peraturan pemerintah (PP) yang menyatakan garam KW 1 Rp 750,- per kilogram, dan KW 2 Rp 550,- per kilogram. Untuk di Bangkalan, produksi garam di kecamatan Kwanyar dan Kecamatan Kamal sudah masuk KW 1, karena sudah menggunakan teknologi bio membran.

"Jawa Timur menyumbang 63 % produksi garam nasional, sedangkan Madura menyumbang 77% produksi garam Jatim dan Bangkalan sendiri menyumbang 10% ke produksi garam Madura," pungkasnya. (beritajatim)(beritajatim)