- - - -
Facebook  Twitter  Google+

24/02/2015

Mahasurya Desak Dewan Sumenep Ungkap Dugaan Korupsi di Disdik


lintasmaduranews - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Sumekar Raya (Mahasurya) melakukan aksi di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, Madura, Jawa Timur. Senin (23/2/2015).

Aksi tersebut merupakan tindak lanjut dari audensi Mahasurya dengan DPRD setempat yang dilakukan sebelumnya. Dalam audensi itu Mahasurya dijanjikan untuk segera menangani dugaan korupsi DAK dan alat peraga SD/ SLB tahun 2012 dan 2013.

Namun sapai janji itu tidak ditepati sehingga sehingga membuat Mahasurya merasa dikibuli, akhirnya mereka turun jalan dan melakukan aksi di depan Kantor DPRD Sumenep.

"Wakil rakyat kita telah menginkari janji saat audiensi. Katanya mau memanggil pihak Disdik dalam waktu dekat, namun sampai detik ini Dewan tidak melakukan pemanggilan. Terus terang kami kecewa," kata orator aksi, Bisri Gie.

Orator aksi berkali-kali meminta Komisi D keluar dari kantor Dewan untuk menemui massa aksi di depan kantor Dewan.

Terlihat Ketua Komisi D DPRD Sumenep Subaidi, menui massa aksi. Di depan demonstrasi ia membantah telah ingkar janji, bahkan Subaidi menantang kalau memang mahasiswa punya bukti dewan bisa memanggil hari ini juga.

“Kalau memang ada bukti mau dipanggil saat ini kami siap, yang penting ada perwakilan yang siap bicara,” terangnya.

Dinilai jawaban yang tidak memuaskan dan cenderung ingin lepas tangan, mahasiswa tetap melanjutkan orasi dengan berupaya menaiki pagar kantor dewan. Tindakan mahasiswa tersebut membuat petugas bereaksi, akhirnya terjadi aksi saling dorong yang menyebabkan demo nyaris ricuh, namun beruntung kondisinya masih bisa dikendalikan.

“Kami akan menggelar aksi lebih besar kalau tuntutan kami tidak di tindak lanjutin” ancamnya.

Dalam aksi itu, terlihat massa melakukan tahli sebagai simbol matinya para wakil rakyat di Sumenep dan segera disadarkan oleh Allah SWT.

“Kami lakukan tahlil bersama ini, agar wakil kami di DPRD Sumenep khususnya Komisi D disadarkan oleh Allah bahwa dia dipilih oleh rakyat, bukan dilotre,” kata korlap aksi, Bisri Gie.

“Saya kesini untuk rakyat, jadi saya berharap meraka wakil rakyat bekerja juga untuk rakyat,” tabahnya.

Aksi akhirnya dututup dengan pembacaan Fatihah, namun sebelum itu koordinator aksi mengancam akan menggelar aksi lebih apabila dalam 3 X 24 jam belum juga ada tindak lanjut.

Sumber : mediamadura