- - - -
Facebook  Twitter  Google+

20/02/2015

Pemkab Sampang Larang Jual Pakaian Bekas Impor


lintasmaduranews - Pemerintah Kabupaten Sampang melalui Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pertambangan (Disperindagtam) Kabupaten Sampang mulai bersikap tegas terhadap maraknya jual beli pakaian bekas impor di sejumlah pasar di Sampang.  Mereka pun menyebar surat larangan terhadap pedagang yang menjual pakaian bekas impor.

Larangan tersebut diambil untuk melindungi konsumen (masyarakat) dari penyakit yang membahayakan kesehatan. Hal ini karena adanya dugaan, pakaian bekas impor telah tercemar jamur dan bakteri.

“Dalam minggu ini, surat himbauan larangan menjual pakaian bekas dipastikan sudah diterima semua pedagang. Kita turun langsung ke lapangan,”kata Kasi Pengadaan dan Penyaluran Disperindagtam Sampang, Busar Wibisono, Kamis (19/02/2015) siang kepada maduracorner.com di ruang kerjanya.

Busar Wibisono menuturkan, penyebaran surat larangan menjual pakaian bekas dilakukan sebagai langkah peringatan. Hal tersebut nantinya akan berujung pada bentuk tindakan sesuai prosedur apabila pedagang masih beroperasi. “Untuk sementara, surat yang kami edarkan sifatnya himbauan dan peringatan saja”,tuturnya.

Selain alasan kesehatan, menjamurnya perdagangan yang menjual pakaian bekas impor juga mampu melumpuhkan industri pakaian dalam negeri. “Keberadaan pakain bekas impor akan mengganggu produksi pakaian dalam negeri,”tambah Busar. “Ini juga penting demi kelangsungan para pekerja konveksi dalam negeri”, pungkasnya. (maduracorner)