- - - -
Facebook  Twitter  Google+

16/02/2015

Respon Dinkes Sumenep Terkait Raperda Jatim Tentang Yankes


lintasmaduranews - Keinginan Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur untuk menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) terkait pelayanan kesehatan (yankes), mendapat respon dari Dinkes kabupaten Sumenep.

Kepala Dinkes Sumenep Ahmad Fathoni mengatakan, dengan diterapkannya raperda yankes nanti, akan membuat Rumah Sakit (RS) di Jawa Timur berlomba-lomba untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para pasien.

"Memang nanti dampak positif dari diberlakukannya raperda tersebut akan membuat seluruh rs di Jatim bersaing memberikan pelayanan terbaiknya," jelasnya sebagaimana dilansir Radio Republik Indonesia, Senin (16/2/2015).

Akan tetapi dalam raperda tersebut pada salah satu isi atau pasalnya mengatur tentang regionalisasi rujukan pasien. Hal itu akan menjadi kendala bagi RS di daerah, seperti di Madura yang terdiri dari kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan kabupaten Sumenep, khususnya Sumenep yang jarak tempuhnya paling jauh ke Surabaya.

Nantinya jika rs Sumenep memberi rujukan pada pasiennya untuk ke rs Surabaya, setelah diberlakukannya raperda yankes itu, tidak boleh langsung ke rs dokter Soetomo Surabaya yang berkelas Internasional, akan tetapi harus dirujuk ke RS Haji dulu.

"Kalau dulu bisa langsung ke rs dokter Soetomo, tapi sekarang harus ke RS Haji terlebih dahulu mas. Itu menjadi kendala, karena jarak tempuh ke rs Haji lebih jauh, belum lagi macet, sehingga pasien tidak segera mendapatkan pertolongan," ujar Fathoni.

Fathoni menambahkan, selain itu karena jarak tempuh yang cukup jauh dari Sumenep ke rs Haji, terkadang sering terjadi misskomunikasi antara RS Dr. Moh Anwar Sumenep dengan RS Haji.

"Kadang kami sudah menelpon untuk meminta ruang rawat inap terkait pasien rujukan kami ke RS Haji, akan tetapi karena waktu tempuh yang terlalu lama, setelah sampai di rs Haji, pasien tidak mendapat ruangan alias penuh. Padahal kami sudah menelpon, sehingga pasien harus muter disekililing rs Haji untuk mencari rs lain yang tipenya diatas RS Sumenep ," kata Kadinkes Sumenep.

Fathoni menambahkan, kendala awal yang akan dihadapi pasien rs dari Sumenep yakni jarak tempuh dan komitmen dari rs yang akan menjadi rujukan nanti. Hal itu karena berkaca pada pengalaman pasien rs Sumenep yang dirujuk selama ini.

"Kalau bisa langsung ke dokter Soetomo hal, kalau kami sudah menelpon untuk konfirmasi, permasalahan tidak mendapat ruang rawat inap seperti itu tidak akan terjadi," pungkasnya. (rri)