- - - -
Facebook  Twitter  Google+

17/02/2015

Terlibat Kasus Pemalsuan Dokumen Kependudukan, Kades Durjan Ditahan Polisi


lintasmaduranews - Kades Durjan Bangkalan Ditahan Polisi KBRN, Bangkalan: Kepala Desa Durjan, Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, Mahrus Ali (25) yang baru dilantik Selasa (16/12/2014) lalu oleh Bupati Bangkalan, Makmun Ibnu Fuad, di tahan oleh Polres setempat, terkait kasus pemalsuan dokumen kependudukan.

Polres Bangkalan dalam kasus tersebut tidak hanya menahan Kades Turjan, melainkan juga manahan Agus Riadi (31) Warga Desun Timur Jalan, Desa Durjan, yang menjadi perantara atau ikut serta dalam pemalsuan dokumen kependudukan ketika mau menjadi calon Kepala Desa (Kades).

"Penahan ini kami lakukan atas laporan yang dilakukan oleh salah satu calon Kades Desa Durjan pada awal Nopember 20014 lalu," kata Kapolres Bangkalan, AKBP Sulistiyono, Rabu (17/2/2015).

Ia menjelaskan, sebelum dilakukan penahanan Kades tersebut dilakukan pemangginal sebagai saksi dan selanjutnya dilakukan penahanan. "Kami panggil sebagai saksi dan setekah itu kami naikkan sebagai tersangka dan baru kami lakukan penahanan," kata Kapolres.

Sulis sapaan akrabnya Kapolres Bangkalan itu menambahkan, Kades Durjan tersebut terancam pasal 266 ayat 1, Jo pasal 55 ayat 1 dan pasal 263 ayat 2 KUHP tentang tindak pidana menyuruh orang lain untuk meletakkan keterangan yang tidak benar ke dalam suatu akta otentik dan menggunakan akta tersebut.

"Sementara Agus Riadi, diduga telah melakukan tindak pidana membantu melakukan atau terut serta melakukan pemalsuan, keduanya terancam kurungan 7 tahun penjara," pungkasnya.

Sekedar diketahui, Mahrus Ali melakukan pemalsuan dokumen kependudukan sebagai syarat untuk mencalonkan diri sebagai Kapala Desa (Kades). Sebab, umurnya tidak memenuhi syarat yakni terlalu muda, dimana di dokumen kependudukan tersebut yang dilakukan pemasulan adalah tahun kelahiran dari 1990 menjadi 1985, sementara untuk tanggal dan bulan tidak ada perubahan. (rri)