- - - -
Facebook  Twitter  Google+

22/02/2015

TKI Asal Sampang Terancam Hukuman Mati di Malaysia


lintasmaduranews - Dimas (31) Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang mencari nafkah di negri Jiran, asal dusun Korcekor Desa Karang Anyar Kecamatan Ketapang Kabupaten Sampang terancam mendapat hukuman mati setelah menjalani persidangan kasus pembunuhan di Mahkamah Alor Gajah Malaysia.

"Dalam kasus Dimas ini, pihak KBRI akan membantu dan mengawal untuk memberi bantuan hukum selama dalam menjalani proses peradilan terhadapnya," kata Malik Amrullah Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnsosnakertran) Kabupaten Sampang, Minggu (22/2/2015).

Lebih lanjut Malik, Dimas sebenarnya mengalami ganguan kejiwaan. Sebab, saat ini tersangka masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Alor Gajah Malaysia. "Tersangka ini stres jadi sekarang masih di rawat di RSJ," imbuhnya.

Sebagaimana dilansir beritajatim.com, Dimas Anak pasangan Ana dan Jatim tersebut bekerja di Malaysia sejak beberapa tahun lalu. Namun, kabar terbaru Dimas dituduh melakukan pembunuhan  sehingga dituntut hukuman mati oleh otoritas setempat.

Belum diketahui pasti siapa korban pembunuhan dalam kasus yang dituduhkan kepada Dimas. Pasalnya, surat yang diterima Dinsosnakertran Sampang melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) tidak merinci kasus yang dihadapi Dimas, Kemenlu meminta pemkab untuk bisa bertemu dengan keluarga Dimas.

Sementara itu, Kepala Desa Karanganyar Safraie mengaku kaget ketika mendengar kabar salah satu warganya terancam hukuman mati. Terlebih, sang Kades masih satu dusun dengan Dimas.

Menurut Safraie, di kampungnya Dimas dikenal sebagai pemuda yang tidak percaya diri. Jika berkumpul dengan tetangga yang lain, Dimas biasanya minder. ”Nah, pas saya dengar akan dihumum mati, salah apa sebenarnya anak ini. Masak dia membunuh orang,” kata Safraie sebagaimana dilansir media radar madura.

Safraie juga mengaku belum tahu kasus sebenarnya seperti apa. Sebab, jika Dimas dikatakan membunuh, sampai saat ini pihaknya juga belum tahu siapa korban pembunuhan tersebut. ”Entah karena kasus pembunuhan kepada siapa, belum jelas. Intinya, dalam pemberitahuan melalui dinsosnakertrans, warga saya akan dihukum mati,” kata Safraie.

Pihaknya mengaku khawatir dengan ancaman hukuman mati yang akan dikenakan kepada Dimas ada hubungan dengan isu nasional terkait eksekusi mati warga luar negeri di Indonesia. ”Khawatir ini hanya salah satu gertakan. Tapi apa pun alasannya, kita tunggu saja besok Kemenlu akan ke Karanganyar,” pungkas Safraie.