- - - -
Facebook  Twitter  Google+

09/03/2015

A. Warits Rovi Asal Sumenep Raih Juara II Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional


lintasmaduranews - A. Warits Rovi asal Sumenep, Madura, Jawa Timur, meraih juara II dalam lomba cipta puisi tingkat nasional 2015 yang diselnggarakan Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia, Minggu malam (8/3/2015).

Puisi yang membawa Rovi menjadi juara II berjudul  “Di Tengah-Tengah Pengantin Sepasang Benua”. Sedangkan puisi yang berjudul “Pada Batas Tualang” membawa Ahmad Ijazi asal Pekanbaru menjadi juara I. Juara III diraih Rezqie Muhammad Al Fajar Atmanegara asal Banjarmasin dengan judul puisi  “Di Tengah-Tengah Pengantin Sepasang Benua”.

diciptakan oleh  , secara resmi mengumumkan Pemenang Sayembara Cipta Puisi Tingkat Nasional 2015 bertema “Aku Bangga Jadi Orang Indonesia”, Ahad (8/3/2015), malam. Ahmad Ijazi asal Pekanbaru dengan puisinya berjudul “Pada Batas Tualang” berhasil meraih Juara 1. Juara  Rezqie Muhammad Al Fajar Atmanegara.

Selain mengumumkan Pemenang Utama, FAM Indonesia juga menetapkan tujuh puisi pilihan, yaitu: “Sebuah Negeri Bernama Indonesia Raya” (Faidi Rizal Alief, Sumenep), “Soekarno, 1930” (Aqib Wisnu Prianmojo, Magelang), “Adalah Anak Indonesia” (Aditya Novitasari, Surabaya), “Aku Ingin Menulis Sajak dengan Namamu” (Muhammad Rian Azzam Fakrullah, Sukabumi), “Kabar dari Pesisir: Doa Pelaut di Bulan Purnama” (Syarifullah, Sumenep), “Melukis Perihal Ikhtisar” (Fina Lanahdiana, Kendal), dan “Hikayat Pohon” (Kamil Dayasawa, Yogyakarta).

Sekjen FAM Indonesia Aliya Nurlela, Senin (9/3) di kantor FAM Indonesia mengatakan, total puisi yang diikutsertakan dalam sayembara ini mencapai 1.718 puisi, dikirim dari peserta dengan berbagai latar belakang, mulai dari pelajar, mahasiswa, guru, dosen, umum, baik pemula maupun profesional. Sayembara dimulai 1 Desember 2014 dan penerimaan naskah ditutup pada 20 Februari 2015.

“Ini sayembara pertama yang diadakan FAM Indonesia dengan jumlah naskah terbayak dari puluhan lomba yang sebelumnya digelar,” kata Aliya Nurlela yang juga penulis novel “Lukisan Cahaya di Batas Kota Galuh”.

Dia menyebutkan, peserta sayembara itu sangat antusias dan menandakan bahwa banyak orang masih mencintai Indonesia sebagai “tanah tumpah darah” yang harus terus diharumkan namanya dengan berbagai prestasi.

Sebagai tanda apersiasi, FAM Indonesia memberikan hadiah, yaitu: Juara 1 Uang Tunai Rp1 juta + Paket Buku + Piagam Penghargaan + Puisi Dibukukan, Juara 2 Uang Tunai Rp750 ribu + Paket Buku + Piagam Penghargaan + Puisi Dibukukan, dan Juara 3 Uang Tunai Rp500 ribu + Paket Buku + Piagam Penghargaan + Puisi Dibukukan. (beritajatim)