- - - -
Facebook  Twitter  Google+

20/03/2015

Aksi Tunggal Tuntut Penertiban PKL di Pamekasan


lintasmaduranews - Fendi Castro, lakukan aksi tunggal ke kantor Satpol-PP Pamekasan, Jl Pamong Praja, Jum'at (20/03/2015).
Ia menuntut penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang mangkal di sepanjang trotoar jalan protokol, Kota Pamekasan. Fendi Castro, lakukan aksi tunggal ke kantor Satpol-PP Pamekasan, Jl Pamong Praja, Jum'at (20/03/2015).

Aksi tersebut dilakukan dengan berjalan kaki mulai dari depan kantor DPRD Pamekasan, Jl Kabupaten 107, menuju kantor Satpol-PP. Bahkan pada aksi tersebut, Fendi yang berpenampilan dengan menggunakan sarung dan kopyah, dilengkapi dengan mambawa bendera merah putih dan pengeras suara (megaphone).

Selain itu, dirinya sangat meyayangkan sikap petugas penegak peraturan daerah (perda) Pamekasan, dalam hal ini Satpol-PP. Yang tidak bertindak tegas atas para PKL liar yang menangkal di sepanjang trotoar jalan protokol, salah satunya di Jl Kabupaten. Tepatnya di area pertokoanCitra Logam Mulia (CLM).

"Kapan Satpol-PP akan bertindak tegas, kalau Satpol-PP juga ikut-ikutan menemani para pedagang. Jadi saya minta Kepala Satpol-PP tegas menggusir para PKL itu," kata Fendi Castro, saat berorasi di depan kantor Satpol-PP di hadapan aparat keamanan dari Polres Pamekasan.

Tidak hanya itu, dirinya juga meminta petugas menertibkan sejumlah PKL di kawasan lain. Seperti di depan pasar sore, Jl Dipenogoro, serta di area Monumen Arek Lancor. "Tidak hanya itu, trotoar yang dikhususkan bagi pejalan kaki dijadikan tempat PKL. Bahkan juga dijadikan sebagai tempat parkir," ungkapnya.

"Selain itu, pembiaran tersebut juga berdampak pada kemacetan lalu lintas di sepanjang jalan raya, khususnya di wilayah perkotaan Pamekasan. Jadi kami meminta petugas bertindak tegas dan tidak mencle-mencle," paparnya.

Menanggapi tuntutan tersebut, Kepala Satpol-PP Pamekasan, Didik Haryadi menegaskan bila pihaknya seringkali melakukan tindakan tegas. Tetapi para PKL tetap tidak mengindahkan. "Untuk membubarkan itu tidak cukup satu instansi, jadi kami merasa repot karena dari dulu sudah kami berupaya memindahkan. Tapi tetap mereka berjualan," jelasnya.

Aksi tersebut berlangsung tertib dan tidak ada kendala berarti, sebab sekalipun dalam pengawalan aparat keamanan. Aksi tunggal tersebut juga menarik perhatian pengguna jalan dan warga yang berteduh di area lapangan pendopo Ronggosukowati. (beritajatim))