- - - -
Facebook  Twitter  Google+

02/03/2015

Aliansi Mahasiswa dan Aktivis Jatim Pertanyakan Kasus Penembakan di Bangkalan


lintasmaduranews - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Aktivis Jawa Timur menggelar aksi demo di depan markas kepolisian daerah (mapolda) Jatim. Mereka mempertanyakan perkembangan penanganan kasus penembakan di Bangkalan yang menimpa korban Mathur Husyairi, aktivis antikorupsi.

Serta menanyakan dasar dan siapa yang memberikan penangguhan penahanan terhadap Kasmu-Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Bangkalan, tersangka kasus pencabulan anak dibawah umur, pemalsuan dokumen negara dan saksi kasus penembakan Mathur Husyairi.

"Kami sepenuhnya mendukung aparat penegakkan hukum. Tapi kami menanyakan bagaimana perkembangan penanganan kasus penembakan aktivis. Dan apa dasar dan siapa yang menangguhkan penahanan," teriak orator saat melakukan aksinya di depan mapolda, Jalan A Yani, Surabaya, Senin (2/3/2015).

Selain berorasi, massa juga mengusung berbagai poster yang diantaranya bertuliskan, 'Kami percaya polda jatim akan mengungkap kasu penembakan Mathur', 'Jangan sampai ada transaksional kasus penembakkan aktivis' dan poster lainnya.

M Tasir, korlap aksi menambahkan, pihaknya yakin bahwa kepolisian sangat canggih dan akan menangkap penembak dan mengusut tuntas sampai ke akar-akarnya.

Katanya, aktivis merupakan partner kepolisian dalam memperjuangkan keadilan. Kalau kasus penembakkan ini tidak diseriusi dan tidak diusut tuntas, maka akan menjadi sesuatu yang menakutkan bagi para aktivis dan menyalahi terhadap cita-cita negara.

"Kami meminta keseriusan polda dalam menangani kasus. Usut tuntas sampai ke akar-akarnya. Jangan sampai ada SP3 (penghentian kasus) terkait kasus penembakkan. Jangan sampai ada transaksi-transaksi untuk menutup kasus penembakan aktivis ini," tandasnya.

Seperti yang diberikan, Mathur Husyairi (42) aktivis antikorupsi ditembak orang tak dikenal di depan rumahnya di Bangkalan, pada 20 Januari 2015 lalu. Akibat tembakan tersebut, korban mengalami luka tembak di bagian pinggang.

Kasus penembakan tersebut ditangani tim gabungan dari Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim dan Satreskrim Polres Bangkalan. Namun, hingga sebulan lebih, polisi belum membeberkan pelaku dan motif dibalik kasus penembakan tersebut. (detik)