- - - -
Facebook  Twitter  Google+

02/03/2015

Dinas Pendidikan Sampang Dituding Sarang Penyamun dan Koruptor


lintasmaduranews - Aksi demonstrasi oleh masyarakat yang tergabung dalam LSM Madura Development Wacth (MDW) ke kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang berlangsung  mendapat perhatian serius oleh masyarakat. Terbukti, akses jalan di depan kantor Dinas Pendidikan macet lantaran banyak warga yang ikut menyimak orasi para warga yang menyoroti Dinas tersebut.

Dalam orasinya, para anggota LSM yang sebagian juga terdapat wali murid tersebut menyerukan kebobrokan dan kebusukan para oknum yang memanfaatkan berbagai angaran yang dipotong Dinas Pendidikan untuk kepentingan yang tidak jelas.

" Pungutan liar (Pungli) yang dilakukan oleh operator padamunegri sebesar Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu perorang,  pemotoangan tunjangan guru daerah terpencil yang nilai tunjanganya sama dengan gaji pokok mereka, di potong sebesar Rp 650 ribu perbulan setiap guru. Untuk potongan Tunjangan Profesi Guru di potong Rp 300 ribu perorang," terang Tamsul ketua LSM MDW dalam oransinya, Senin (2/3/2015).

Tamsul juga menegaskan, tudingan pemotongan tunjangan beberapa guru tersebut merupakan pengakuan dari para guru itu sendiri.

" Data-data ini berdasarkan pengakuan para guru yang kami lakukan ivestigasisendiri," imbuhnya saat berorasi di depan kantor Disdik Sampang.

Sementara itu, Amin yang juga anggota MDW menuding kwalitas pendidikan di Sampang sangat memprihatinkan. Sebab, dengan adanya pemotongan-pemotongan tersebut membuat para guru tidak bekerja dengan maksimal.

" Saya selaku wali murid juga prihatin dengan kondisi ini, bagai mana anak saya belajar dengan sempurna jika gurunya malas mengajar karena tunjangan mereka di potong," teriaknya.

Setelah berorasi bergatian, masa meminta agar Kepala Dinas Pendidikan Sampang Heri Purnomo menemui masa. Namun, nampaknya yang bersangkutan tidak berada dikantornya.

" Ini adalah hari senin, kemana Heri Purnomo tidak ada di kantornya. Lah ini menunjukan jika Dinas Pendidikan Sampang adalah sarang penyamun dan Koruptor," teriak pendemo sambil meninggalkan kantor Disdik dengan tertib. (beritajatim)