- - - -
Facebook  Twitter  Google+

05/03/2015

Harga Beras Naik, Disperindag Sumenep Tidak Bisa Melakukan OP


lintasmaduranews - Harga beras kualitas premium di pasar tradisional Sumenep, Madura, Jawa Timur sejak 2 minggu terakhir mengalami kenaikan.

Beras merk Ikan Paus kemasan 25 kg dibandrol dengan harga Rp 250 ribu. Sedangkan beras merk Lima Jaya Super Rp 245 ribu, dan Lima Jaya biasa Rp 240 ribu.

"Harga itu bertahan selama dua minggu ini. Padahal biasanya, harga beras merk Ikan paus berkisar Rp 219 ribu per kemasan 25 kg," kata Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumenep, Henny Yulianto, Kamis (05/03/15).

Menurutnya, kenaikan harga beras tersebut disebabkan saat ini belum masuk masa panen. Bahkan di beberapa daerah sentra produksi beras, mengalami gagal panen. "Kami meyakini, nanti kalau sudah masuk masa panen, harga beras akan kembali normal," ujarnya.

Henny memaparkan, pihaknya tidak bisa menggelar operasi pasar (OP) beras, karena merupakan kewenangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur. "Tapi berdasarkan hasil koordinasi kami dengan Provinsi, dalam waktu dekat akan dilakukan OP beras serentak se- Jawa Timur, termasuk Sumenep," terangnya.

Lebih lanjut Henny memaparkan, untuk harga sejumlah komoditas lain relatif stabil. Harga daging sapi tetap Rp 110 ribu per kg, kemudian ayam potong turun dari Rp 29 ribu menjadi Rp 27 ribu, dan ayam kampung turun dari Rp 65 ribu menjadi Rp 60 ribu per kg.

"Kalau harga telur ayam ras tetap Rp 18 ribu per kg. Sedangkan telur ayam kampung saat ini naik Rp 2.500 menjadi Rp 37.500 per kg," jelasnya.

Sedangkan untuk harga cabai merah besar keriting naik dari Rp 6.000 menjadi Rp 8.000. Cabai merah besar naik dari Rp 9.000 menjadi Rp 10.000. Sementara cabai kecil biasa naik dari Rp 28.000 menjadi Rp 30.000. Cabai rawit naik dari Rp 14.000 menjadi Rp 18.000.

"Kalau cabai memang harganya gampang naik dan turun, karena merupakan salah satu komoditas yang gampang busuk. Jadi saat busuk terkena hujan, stoknya berkurang, harga pun naik. Nanti saat stok melimpah, harga akan turun," ungkapnya. (beritajatim)