- - - -
Facebook  Twitter  Google+

23/03/2015

Inilah 5 Bacabup Sumenep 2015 Populer di Masyarakat



lintasmaduranews - Indepth Research (Sharpening Your Strategy) mengumumkan hasil survey preferensi politik masyarakat Kabupaten Sumenep menghadapi pilkada serentak Desember 2015.

Indepth Research melakukan metode survey dengan wawancara tatap muka dari periode 26 Februari-16 Maret 2015. Ada sebanyak 1000 responden yang disurvey di 27 kecamatan di Kabupaten Sumenep. Metode sampling dengan menggunakan multistage random sampling.

Head of Consultant Indepth Research, Andri Riswandi kepada wartawan di salah satu rumah makan di Surabaya, Senin (23/3/2015) mengatakan, sebanyak 48 persen masyarakat Sumenep tahu calon-calon yang akan maju dan secara spontan ketika ditanya maka ada 5 besar nama yang populer di masyarakat. Yakni, incumbent KH Abuya Busyro Karim, HM Sahnan, Azazi Hasan, Ir H Soengkono MSi dan Dr Zainal Abidin MSi.

"Pengetahuan masyarakat Sumenep terkait pilkada relatif tinggi karena ada 59 persen yang mengaku sudah tahu Desember 2015 nanti diselenggarakan pilkada," tuturnya.

Elektabilitas personal masing-masing calon bupati secara berurutan adalah KH Abuya Busyro Karim 24,7 persen, HM Sahnan 21,9 persen, Zainal Abidin 8,3 persen, Soengkono Sidik 7,5 persen dan Azasi Hasan 2,3 persen.

Untuk popularitas, KH Abuya Busyro Karim 94,80 persen, HM Sahnan 68,70 persen, Zainal Abidin 30,80 persen, Soengkono Sidik 45,90 persen dan Azasi Hasan 27,70 persen.

Sedangkan untuk elektabilitas calon wakil bupati adalah KH Ramdlan Siradj 15,50 persen, Hj Dewi Khalifah 11,70 persen, KH Unais Ali Hisyam 8,50 persen, KH Ilyasi Siradj 6,20 persen, Faisal Muchlis 4,10 persen dan Achmad Fauzi 2,20 persen.

"Ada lima alasan utama masyarakat milih calon bupati, karena pribadinya bagus, pengalaman, religius, bermasyarakat dan sudah tahu kiprahnya. Untuk lima faktor utama masyarakat memilih, harus jujur, program baik, cerdas, kinerja baik dan dekat dengan rakyat," jelasnya.

Untuk latar belakang calon bupati secara berurutan dari yang tertinggi adalah kiai/ulama/tokoh agama, profesional, pengusaha dan tokoh parpol.

"Survey juga membuktikan hanya sekitar 27 persen masyarakat puas dengan kinerja pemerintahan di bawah kepemimpinan Busyro-Soengkono Sidik. Sektor pendidikan, kesehatan dan infrastruktur dinilai berhasil. Yang dinilai tidak berhasil adalah pengentasan kemiskinan, infrastruktur, pertanian dan ekonomi," pungkasnya. (beritajatim)