- - - -
Facebook  Twitter  Google+

17/03/2015

Inilah Kronologi dan Motif Pembacokan Sadis di Ganding


lintasmaduranews - Peristiwa pembacokan sadis yang dilakukan Muti'ullah (37), warga Desa Ketawang Larangan, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep berawal ketika tersangka pelaku cek cok dengan istrinya pada Minggu (16/03/15). Buntut percekcokan itu, tersangka menganiaya istrinya. Saat itulah Gufron, adik kandung tersangka berusaha menengahi keributan itu. Tapi ternyata malah ikut menjadi sasaran amukan tersangka hingga luka parah di sekujur tubuhnya.

"Setelah itu datang bibi tersangka, Hj. Maisyaroh, kemudian Hj. Qurratul Uyun, anak Maisyaroh, dan Abdul Gani, kerabat tersangka, berusaha melerai. Tapi semuanya justru ikut disabet dengan pisau yang dibawa tersangka," kata Humas Polres Sumenep, AKP Jaiman, Senin (16/03/15).

Korban 5 orang itu sebagian besar merupakan anggota keluarga. Korban pertama yakni Guffron (30), adik kandung pelaku, mengalami luka paling parah. Ia luka robek akibat sabetan senjata tajam di kepala, punggung, telinga kanan, lengan kanan, dan pergelangan tangan kiri putus. Korban kedua yakni Maimunah (30) istri pelaku, mengalami  luka bacok di kedua tangannya. Korban ketiga bernama Hj. Maisyaroh (55), bibi pelaku, mengalami luka di pergelangan kiri. Korban keempat Hj Qurratul Uyun (30), sepupu pelaku,  luka di jari tangan kanan. Dan korban kelima Abdul Gani (50), warga Desa Paraba'an, mengalami luka gores di pipi.

"Sebagian besar korban terkena sabetan benda tajam saat berusaha melerai pelaku yang tengah ribut dengan istrinya," katanya.

Jaiman memaparkan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, penganiayaan berat itu bermotif masalah keluarga antara tersangka dan istrinya. "Belum jelas maasalah keluarga itu berupa apa. Semuanya masih dalam tahap penyelidikan," terangnya.

Dari tangan tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya dua buah pisau, dan sarung warna coklat milik korban. "Dari 2 pisau yang diamankan, 1 pisau merupakan pisau dapur yang ditemukan di TKP, dan 1 pisau lainnya berukuran 30 cm yang dipegang tersangka dan digunakan untuk menganiaya para korban," ungkapnya.

Tersangka saat ini diamankan di Mapolres Sumenep, dijerat pasal 44 ayat 2 UU no 23/2004 tentang KDRT, subsider pasal 351 ayat 2 KUHP. "Ancaman hukumannya 10 tahun penjara," pungkas Jaiman.  (beritajatim)