- - - -
Facebook  Twitter  Google+

29/03/2015

Jelang Kongres, DPD dan DPC Partai Demokrat Unggulkan SBY


lintasmaduranews - Partai Demokrat akan menggelar kongres pada pertengahan Mei 2015 nanti. Hingga saat ini, mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi calon ketua umum Partai Demokrat yang paling diunggulkan.

Politikus Partai Demokrat Agung Budi Santoso mengatakan tidak ada paksaan yang diberikan agar SBY dapat kembali memimpin partai berlambang bintang Mercy tersebut.

"Pak SBY tidak pernah memaksakan. Tapi ini murni dari keinginan para pemilik suara yaitu DPD dan DPC. Kami sampaikan ke SBY untuk memimpin lagi pada periode sekarang," ujar Agung di Bogor, Minggu (29/3/2015).

Ia mengatakan besar kemungkinan terjadinya aklamasi karena permintaan tersebut. Oleh sebab itu, ia membantah bahwa nantinya Partai Demokrat akan pecah seperti Partai Golkar.

"Mudah-mudahan tidak seperti itu. Kami solid. Para pemilik suara solid. Ini keinginan dari bawah, bukan dari atas. Jadi, mudah-mudahan tidak diGolkarkan (tidak seperti Partai Golkar)," kata Wakil Ketua Badan Usaha Rumah Tangga (BURT) DPR ini.

Sebelumnya, Partai Golkar kini terpecah karena adanya pihak yang menolak Aburizal Bakrie (Ical) memimpin kembali partai beringin tersebut.

Ical pun kembali memimpin Partai Golkar secara aklamasi berdasarkan hasil Musyawarah Nasional di Bali. Sedangkan, Agung Laksono menjadi Ketua Umum Partai Golkar, setelah bertarung melawan Priyo Budi Santoso dan Agus Gumiwang Kartasasmita di Musyawarah Nasional, Ancol, Jakarta.

Sementara itu, di internal Partai Demokrat sendiri, meski belum resmi digelar, sejumlah DPD secara terbuka menyatakan dukungannya agar Presiden Indonesia keenam tersebut kembali memimpin partai.

Sebelumnya, Ketua Harian Partai Demokrat Syarifuddin Hasan mengklaim seluruh DPD dan DPC Demokrat solid untuk mendukung SBY.

Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta Nachrowi Ramli mengatakan DPD DKI secara bulat mendukung SBY. Dukungan ini diberikan berdasarkan hasil rapat DPD bersama enam DPC yang ada di Jakarta. Kendati demikian, perbedaan pendapat pun terjadi.

Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat menginginkan agar pemilihan melibatkan calon peserta lain selain SBY. Salah satu calon yang mulai tampak adalah Gede Pasek Suardika, yang secara terang-terangan menginginkan agar model partai dinasti, di mana penguasaan hanya berada di satu pihak, terjadi di Demokrat.

"Kami hanya ingin menyehatkan, kalau beliau sepakat itu, saya kira bagus tapi kalau tetap mempertahankan satu calon aklamasi ya saya kira publik akan tertawa. Kampanye Demokrat kok seperti itu,"kata Pasek, Kamis (26/3/2015) lalu.