- - - -
Facebook  Twitter  Google+

26/03/2015

Kerja DPRD Sumenep Tidak Becus, PMII Blokade Jalan


lintasmaduranews - Sekitar 100 aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumenep, Madura, Jawa Timur, Kamis, melakukan demo ke Kantor Dewan perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, Kamis (26/3/2015).

Dalam aksinya, aktivis PMII ini menilai kinerja dewan lamban dan tidak becus. Pasalnya, dewan hanya mampu menyelsaikan sebanyak tiga peraturan daerah (Perda) dari 23 rancangan perda yang ada.

Selain berorasi, para demosntran membawa karton putih berisi kririkan dan kecaman untuk dewan, salah satu isi poster itu adalah "DPRD Sumenep Mandul".

"Selamat pagi untuk warga Sumenep dan ekitarnya, perlu diketahui bahwa kami Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Sumenep melakukan aksi untuk menyampaikan aspirasi kepada wakil kita. Kerja wakil kita lamban dan tidak becus, banyak perda yang belum diselesaikan padahal perda tersebut segera dibutuhkan," kata orator aksi Imam, saat mendekati gedung dewan.

Setelah di depan pintu masuk kantor dewan, para demosntran meminta masuk ke halaman kantor dewan, namun dihadang oleh petugas kepolisian. Beberapa kali meminta untuk masuk, namun tetap dihadang oleh petugas. Akhirnya mereka meblokade jalan raya di depan halaman kator dewan sehingga terlihat lalulintas macet

"Mohon maaf kepada par pengguna jalan, kami terpaksa meblokade jalan karena kami tidak dibolehkan masuk masuk ke halaman kantor DPRD," kata korlap.

 Hazmi, oratur lainnya juga menyampaikan bahwa anggota DPRD Sumenep sering keluar kota sehingga mengabaikan tugas dan tanggung jawabnya sebagai dewan.

"Kami sangat menyangkan dewan yang sering kali kluar kota, padahal padahal banyak tugas yang belum diselesaikan," paparnya dengan suara lantang.

Setelah berorasi sekitar selama 30 menit, para demosntran menghentikan blokade jalan karena ada perwakilan dewan memperbolehkan demonstran masuk ke ruang sidang paripurna.

Di dalam ruang sidang paripurna angota dewan Herman, meminta juru biaca PMII untuk menyampaikan aspirasinya. Setelah disampaikan, dewan menanggapinya dan meminta demonstran untuk melayangkan surat secara resmi sebelum beraudensi.

Selesai mendengarkan penjelasan dari dewan, para demonstran keluar dari ruangan forum dan memubarkan diri dengan kawalan petugas kepolisian Sumenep.(pusawi)