- - - -
Facebook  Twitter  Google+

11/03/2015

Komisi B DPRD Sumenep Tetap "Welcome" terhadap Wartawan


lintasmaduranews - Salah satu anggota Komisi B DPRD Sumenep asal Partai Demokrat, Masdawi, melarang wartawan melakukan wawancara di ruangan Komisi.

"Kami tadi kaget ketika salah satu anggota Komisi B tiba-tiba bilang kalau berdasarkan hasil kesepakatan di Komisi B, wartawan tidak boleh wawancara di Komisi. Silahkan di fraksi atau ruangan lain," kata Moh. Sai'e, reporter Madura Channel TV menirukan ucapan Masdawi, Selasa (10/03/15).

Ia menuturkan, pernyataan pelarangan wawancara itu terlontar ketika sejumlah wartawan akan melakukan wawancara dengan Ketua Komisi B, Nurus Salam, tentang anjloknya harga rumput laut.

"Terus terang kami merasa tidak enak dengan pernyataan itu. Karena kami kan melakukan tugas jurnalistik, dan biasanya juga tidak ada masalah kalau wawancara di dalam ruangan Komisi. Ini jadinya kok kami seperti diusir dari ruangan," ujarnya kecewa.

Sementara Wakil Ketua Komisi B, Juhari mengakui adanya kesepakatan di Komisi B. Namun yang menjadi point kesepakatan adalah materi wawancara. Jika bukan hasil pleno Komisi, maka anggota maupun ketua komisi tidak boleh memberikan 'statement' mengatasnamakan komisi, melainkan merupakan pendapat pribadi.

"Kalau tempat wawancaranya tidak ada batasan. Wawancara di ruangan komisi juga boleh. Tapi pernyataan ketua maupun anggota, kalau bukan hasil pleno memang tidak boleh mengatasnamakan komisi," terangnya.

Juhari menegaskan, komisi B tetap menerima wartawan dari media manapun yang akan melakukan wawancara di ruangan komisi, karena aturannya bukan pelarangan tempat wawancara. "Kami tetap 'welcome' dengan teman-teman wartawan," ucapnya. (beritajatim)