- - - -
Facebook  Twitter  Google+

10/03/2015

Libatkan PNS saat Jam Kerja, Bedah Buku Karya A. Busyro Karim Dinilai Tidak Baik


lintasmaduranews - Bedah buku ‘Menuju Sumenep Cerdas 2015’, karya Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si. , yang diadakan Dinas Pendidikan dan Pemerintah Kabupaten Sumenep di Kedai HK, jalan Trunojoyo ini dihujat banyak orang. Pasalnya, selain ditengarai ada unsur kampanye, semua Kepala Satuan Perangkat Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) juga dilibatkan.

“Andai dilakukan di luar jam dinas saya piker tidak ada persoalan,”kata anggota DPRD Sumenep, Jhoni Tunaidi, Senin (9/3/2015).

Politisi Demokrat ini sangat menyayangkan acara tersebut telah melibatkan para PNS dan kepala SKPD pada saat jam dinas. Seharusnya mereka bertugas melayani masyarakat, kewajibannya terganggu gara-gara adanya bedah buku tersebut.

Jhoni menilai Dr. KH. A. Busyro Karim selaku bupati Sumenep telah memberikan contoh tidak baik kepada masyarakat. Karena mereka tahu acara tersebut bukan acara yang sifatnya kedinasan.

“Bagi saya hal tersebut tidak baik, seharusnya sebagai seorang pemimpin harus tahu aturan-aturan dan UU yang ada,”terangnya.

Hal senada juga diungkap oleh aktivis STKIP PGRI Sumenep, Junaidi Effendi. Dia menyatakan seharusnya pelaksanaan Bedah buku tersebut di laksanakan di luar jam kantor, sehingga tidak mengganggu pelayanan Publik. PNS dan Kepala SKPD, terkesan bekerja kepada bupati, bukan menjadi pelayan publik. Mereka takut, jika sampai tidak datang ke acara tersebut, akan mendapat teguran dan sanksi yang keras dari atasannya.

“Bupati telah memanfaatkan emosi para PNS dan kepala SKPD untuk tujuan lain. Yakni untuk kepentingan pribadinya,”katanya.

Mengingat pemilihan Kepala Daerah semakin dekat, terkesan apa pun yang dilakukan bupati incumbent sah-sah saja, meskipun cara itu melanggar peraturan yang berlaku.
Sementara aktifis mahasiswa Universitas Wiraraja Sumenep, Buhara menambahkan bahwa bedah buku yang dilakukan pemerintah adalah bentuk lain dari upaya-upaya kampanye agar bupati petahana didukung penuh oleh PNS, dan SKPD.

Biasanya bedah buku dilakukan dengan melibatkan masyarakat umum, juga mahasiswa. Itu tidak dilakukan, karena PNS di lingkungan Pemerintah Sumenep dalam parameter bedah buku ini, dianggap sebagai vote getter dalam ajang pemilukada 2015 yang akan datang.

“Perhatikan saja judul bukunya, menuju Sumenep Cerdas 2015,”tukasnya.

Sementara, media News Room menyebutkan para peserta bedah buku "Menuju Sumenep Cerdas 2015" merupakan para pengawas di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep.

“Kami harapkan, melalui kegiatan ini bisa menjadikan pedoman para pengawas dalam melaksanakan tugasnya masing-masing di dunia pendidikan,” kata Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si.

Sumber : surarakyat.org/News Room