- - - -
Facebook  Twitter  Google+

13/03/2015

M. Sahnan Daftar Bakal Cabup Sumenep Melalui Partai NasDem


lintasmaduranews - Satu persatu Calon Bupati (Cabup) mendaftarkan diri sebagai Calon Kepala Daerah ke DPW Partai NasDem.

Kali ini, M Sahnan, seorang pengusaha dari Sumenep mengembalikan formulir pendaftaran menjadi Calon Bupati dalam Pilkada Kabupaten Sumenep, akhir Desember 2015 mendatang.

“Saya maju menjadi Calon Bupati Sumenep, karena NasDem di Sumenep punya potensi dan saya punya payung yang bisa memayungi ketika saya menjadi Bupati Sumenep,” kata Sahnan kepada wartawan di Kantor DPW Partai NasDem, Kamis (12/03).

Untuk maju ke Pilkada Sumenep, Sahnan mengaku sudah melakukan sosialisasi selama 8 bulan ke masyarakat Sumenep. Sosialisasi ini akan terus dilakukan hingga ada keputusan penetapan Calon Bupati Sumenep dari DPP Partai NasDem.

Selain itu, menggandeng konsultan lembaga survei Proximity. Dalam dua kali survei yang dilakukan Proximity, Sahnan di luar dugaan mendapat hasil yang positif.

Survei pertama digelar Agustus 2014, Sahnan mendapat 8 persen. Survei kedua Desember 2014, elektabilitas Sahnan naik menjadi 15,4 persen.

“Ada 8 kandidat yang di survei, termasuk Bupati incumbent Sumenep, Busro Karim. Elektabilitas saya mendekati bupati incumben,” cetusnya.

Jika DPP menetapkan sebagai Cabup Bangkalan, Sahnan mengaku akan melakukan pendekatan politik dengan beberapa partai lain, karena NasDem tidak cukup kursi untuk mengusung Cabup sendiri. Diantara partai yang akan diajak koalisi yaitu PPP, PAN dan Golkar.

“Pendekatan dengan partai ini akan terus saya lakukan secara intensif. Nanti, saya juga akan mendekati PKS dan Hanura,” tandas Ketua Gerakan Masyakarat Sumenep Sejahtera (GMSS) dan Ketua Dewan Pembina Forum Pemuda Madura (FPM) ini.

Menanggapi hal itu, Ketua DPW Partai NasDem Jatim, Effendy Choirie (Gus Choi) mengaku sampai sekarang sudah ada 6 orang dari Sumenep yang mengembalikan formulir pendaftaran kepala daerah ke DPW. Empat formulir diantaranya mengembalikan formulir ke DPW dan dua formulir dikembalikan ke DPC.

“Sebenarnya yang mengambil formulir banyak, tapi yang mengerti ada dua. Artinya, ketika mengembalikan formulir membawa wartawan. Yang lain, mengembalikan formulir kayak daftar sekolah saja. Ini kan mau jadi pemimpin, jadi harus diketahui rakyatnya,” tuturnya. (suarakawan)