- - - -
Facebook  Twitter  Google+

31/03/2015

MUI Pamekasan : Masjid Ridwan Bukan Wahabi



lintasmaduranews - Pihak masjid Ridwan, Jl Dipenogoro, Kelurahan Gladak Anyar, Kecamatan Pamekasan. Menolak anggapan banyak orang saat dikatakan sebagai penganut faham Wahabi Salafi.

"Ada komentar dari salah satu pihak masjid Ridwan, kalau pihaknya tidak suka disebut wahabi," kata Ali Rahbini, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pamekasan, Selasa (31/03/2015).

Ditambahkan, pihak masjid kampung Arab Pamekasan tersebut juga meminta pihak MUI agar meluruskan isu yang beredar di jajaran masyarakat. Sebab selama ini hal itu sudah sangat melekat. "Selain itu, pihak masjid juga meminta tolong untuk diluruskan. Jadi masjid Ridwan bukan Wahabi, begitu," ungkapnya.

Seperti diketahui, Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Pemkab Pamekasan, fasilitasi pertemuan perwakilan dari takmir masjid dan Gerakan Santri dan Pemuda Rahmatan lil 'Alamain (Gesper), bersama ulama dan tokoh masyarakat di peringgitan Pendopo Agung Ronggosukowati Pamekasan, Senin (30/03/2015) malam.

Dari pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan yang tertuang dalam sebuah rumusan. "Al-Hamdulillah, ada kesepakatan bersama antara pihak-pihak yang mempunyai kepentingan. Rupanya pihak masjid Ridwan sudah siap menerima apa yang menjadi harapan masyarakat atau pihak yang keberatan," jelasnya.

"Kita sepakat untuk menyampaikan dakwah Islam dengan santun dan menyejukkan. Terpenting tidak menyinggung perasaan kelompok-kelompok lain, tidak boleh melecehkan apalagi menghina kelonpok lain dan lain sebagainya," pungkasnya.

Sebelumnya, Jum'at (20/03/2015) lalu. Ratusan warga yang tergabung dalam Gesper, gelar unjuk rasa ke Masjid Ridwan, protes dan menolak faham wahabi yang sering digaungkan di masjid tersebut.

Sebab sebagian warga menilai bila materi dakwah yang sering digaungkan oleh para penceramah di masjid tersebut, selalu 'menyinggung' sebagian masyarakat Pamekasan. Sebab di antara materi dakwah tersebut, selalu menyinggung tentang perayaan Maulid Nabi, tahlilan dan ziarah kubur. (beritajatim)