- - - -
Facebook  Twitter  Google+

23/03/2015

Napi Lapas Narkotika Klas II Pamekasan Dipastikan Tidak Dapat Gunakan Ponsel



lintasmaduranews - Kepala Urusan Umum Lapas Narkotika Klas II Pamekasan, Syaiful Bahri memastikan, bahwa penghuni lapas berkapasitas 1.235 napi yang kini baru dihuni 166 orang napi itu, tidak akan bisa berkomunikasi langsung dengan pihak luar melalui ponsel, karena lapas sudah menyediakan telepon umum dengan pengawasan ketat petugas.

Bahkan, Syaiful Bahri menegaskan, sistem keamanan di dalam Lapas Narkotika Klas II Pamekasan, mewajibkan setiap orang yang akan memasuki atau menemui napi untuk menitipkan ponselnya di loker yang telah disediakan, aturan ini tidak hanya berlaku bagi para pengunjung namun juga para petugas yang akan memasuki lingkungan para napi.

 “Rata-rata di sini penghuninya pindahan baru semua, di sini itu kita sediakan wartel jadi tidak ada alat komunikasi yang bisa masuk, petugas saja mau masuk kita sediakan loker, termasuk pengunjung penggeledahan itu di sini ada lokernya, jadi saya pastikan tidak ada,” tegas Syaiful Bahri, Senin (23/3/2015).

Pernyataan ini disampaikan, menyusul pengakuan Adi Harja, pengedar narkoba lintas Surabaya-Madura yang berhasil diringkus Satreskoba Polres Sampang, bekerjasama dengan Unit ITE Polrestabes Surabaya.  

Dalam pernyataannya kepada petugas, Adi Harja mengaku, peredaran barang haram itu dikendalikan seorang napi berinisial D, dari balik jeruji besi Lapas Narkotika Klas II Pamekasan, dengan menggunakan ponsel.  

Sedangkan dirinya, hanya bertugas sebagai kurir untuk menyampaikan kepada pembeli yang yang telah melakukan pemesanan kepada D, dengan imbalan Rp 1 juta, untuk setiap transaksi yang dilakukan. (rri)