- - - -
Facebook  Twitter  Google+

10/03/2015

Pejabat Sampang Jalani Tes Urine


lintasmaduranews - Mewujudkan good governance yang bebas dari pengaruh narkotika dan obat-obat terlarang, Bupati Sampang KH. A. Fannan Hasib hari ini (10/3) beserta 186 pejabat Eselon II, III dan camat setempat menjalani test urine.

Agenda yang dipusatkan di Kantor Bupati Sampang ini diharapkan mampu menciptakan aparatur pemerintah yang bebas dari pengaruh obat terlarang yang mampu merusak, sendi-sendi kehidupan.Sebagai pemimpin, Kyai Fannan – sapaan akrab KH. A.Fannan Hasib pantas dicontoh karena dalam pemeriksaan dan test urine bupati menjadi peserta pertama, baru kemudian disusul pejabat lainnya.

“Tes urine ini sangat penting sekali. Ini untuk menghindari adanya pegawai khususnya pejabat Eselon II dan III serta camat di Pemkab Sampang, yang melakukan penyalahgunaan narkoba ,” ungkapnya.

Dia berjanji, jika ada jajarannya yang terbukti positif narkoba, pihaknya akan bertindak tegas.“Kabupaten Sampang, tentu memerlukan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki pemikiran, ide serta gagasan yang brilian, energik, dan didukung fisik yang kuat. Penyalahgunaan obat-obat terlarang merupakan racun berbahaya,” tegasnya.

Karena itu, guna memaksimalkan kinerja, dia berinisiatif melakukan test urine bagi seluruh pejabatnya.“Test urine ini akan dilakukan kontinu hingga ke jajaran staf, baik PNS maupun honorer”, katanya sembari menyebut, tes urine ini juga akan dilakukan kepada pelajar, khususnya SMA/sederajat.Soal mekanismenya , kata dia, akan dirumuskan terlebih dahulu. Sebab, test urine ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit.Atas inisiatif Pemkab Sampang yang meminta pihak BNNP Jawa Timur melakukan tes urine, BNNP menyampaikan apresiasinya.

“Ini luar biasa. Selama ini BNNP yang menawarkan untuk melakukan test urine. Tapi, Pemkab Sampang malah minta. Karena itu, begitu terima surat Pak Bupati, kami langsung laporkan kepada Kepala BNNP dan beliau langsung merespons”, ujar Kasi Pemberdayaan Alternatif BNNP Jawa Timur Puguh Rahardjo.

Dalam test urine ini, BNNP menggunakan tiga parameter untuk mendeteksi apakah seseorang itu memakai ganja, sabu-sabu ataupun heroin.Menurutnya, jika nantinya ada yang positif menggunakan narkoba, akan diselamatkan dan dibina. Itu sesuai dengan PP No.25/2011 tentang Wajib Lapor Pecandu.

Dengan demikian, wajib lapor itu ditujukan kepada Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL). Dalam hal ini institusi yang sudah berjalan, yakni Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur Surabaya.” Harapan kita, seluruh pejabat Sampang bebas narkoba”, ungkapnya. (Dus/suarajatimpos)