- - - -
Facebook  Twitter  Google+

10/03/2015

Pelanggan PLN di Kecamatan Pragaan Keluhkan Denda yang Hingga Rp. 2 Juta


lintasmaduranews - Para Konsumen Perusahaan Listrik Negara (PLN) harus waspada, sebab BUMN tersebut bisa kapan saja menjerat para pelanggannya dengan denda atas alasan pelanggaran.

Seperti yang dialami sejumlah Pelanggan di Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, yang merasa kaget atas denda yang harus dibayar lantaran dianggap memindahkan KWH meter tanpa laporan.

“Hal ini saya alami, dan kemungkinan juga banyak pelanggan lain yang akan mengalami, saya didenda karena dianggap memindahkan meteran tanpa laporan, padahal pemindahan itu dilakukan oleh pegawai PLN sendiri, dan kita sudah bayar sesuai dengan ketentuan yang disampaikan petugas PLN tersebut,” beber Aswari (40) salah satu pelanggan yang kena denda dengan nada kesal.

Lebih lanjut Aswari mengungkapkan bahwa dirinya dan pelanggan yang lain merasa dirugikan dengan denda yang harus dibayarkan, sebab kalaupun pemindahan itu dianggap sebuah pelanggaran namun yang melakukan proses pemindahan adalah petugas (oknum) PLN.

“Kami merasa sangat dirugikan, pelanggan seperti kami selalu berusaha mengikuti aturan PLN seperti bayar tepat waktu, namun kami masih didenda padahal kami sudah mengikuti aturan, masak kesalahan petugas PLN sendiri harus kami yang menanggung, yang aneh juga pemindahan sudah 4 tahun yang lalu kenapa baru ketahuan sekarang kalau prosesnya ada yang salah?, ” keluhnya.

Tentang berapa denda yang harus dibayarkan, dia menyebutkan beragam untuk setiap daya. Untuk KWH meter dengan daya 450 watt bayar denda Rp 1.400.000, dan untuk KWH meter 900 watt Rp 2.700.000 dan 1300 watt didenda 6 juta lebih.

”Karena punya saya yang 450 watt jadi saya sudah bayar Rp 1.400.000,” paparnya.

Sementara pihak PLN UPJ Prenduan saat didatangi mediamadura.com enggan memberikan konfirmasi.

“PLN kan institusi mas, jadi kalau mau konfirmasi harus dengan surat permohonan resmi dari media sampean,” kilah Tandi Saputro, TU PLN UPJ Prenduan.