- - - -
Facebook  Twitter  Google+

16/03/2015

Pilkada Sumenep 2015, 200 Kades Dukung Duet A. Busyro Karim dan Achmad Fauzi


lintasmaduranews - Tahapan Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Sumenep tinggal hitungan bulan. Sesuai Perpu Pilkada, pada pertengahan Juli 2015, pasangan Bakal Calon Bupati (Bacabup) dan Bakal Calon Wakil Bupati (Bacawabup) harus mendaftarkan diri ke KPU. Karena itu, mesin Partai Politik sebagai pengusung Pasangan Bacabup dan Bacawabup Sumenep sudah mulai mempertimbangkan bakal calon yang akan diusung atau disandingkan.

Salah satu partai yang saat ini serius dan mempertimbangkan bakal calon sesuai keingan masyarakat adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Sumenep. Sebagaimana dilansir media cetak lokal "Mata Sumenep", Partai PDI Perjuangan diberitakan berkoalisi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk meneruskan koalisi yang telah dibangun sebelumnya.

Mata Sumenep juga melansir bahwa MH Said Abdullah minta masukan kepada para Kades tentang sosok Cabup yang akan disandingkan dengan Achmad Fauzi. Said menyodorkan tiga nama Cabup, yaitu, A. Busyro Karim. Zainal Abidin dan Moh. Sahnan. Sodoran tersebut ditanggapi serius oleh para Kades dengan masukan bahwa Achmad Fauzi lebih pantas mejadi wakilnya Bacabup Incumbent, A. Busyro Karim.

“Lebih tepat disandingkan dengan incumbent. Pak bupati memiliki kelebihan dibanding figur lainnya,” jawab Kirno, Kades Banaresep Timur yang mewakili Kades se Kecamatan Lenteng.

MH Said Abdullah berharap masukan dari sejumlah Kades di Sumenep menjadi salah satu pertimbangan partai sebelum mengeluarkan keputusan koalisi dalam pendaftaran calon, Pilkada Sumenep, Juli 2015 mendatang.

Semetara Pimred Mata Sumenep, Hambali Rasidi mengaku kepada lintasmaduranews melalui telepon, Senin (16/3/2015), wacana ini bersumber dari masukan sejumlah Kepala Desa Se Kabupaten Sumenep. Dari sejumlah Kepala Desa itu, lanjutnya, lebih dari 200 kades yang ingin duet Busyro-Fauzi.

“Berdasarkan masukan sejumlah kades saat mengikuti rangkaian reses kades di Sumenep pada Rabu 11 Maret hingga 14 Maret kemarin itu, ada sekitar 200 Kades yang menginginkan koalisi PKB-PDIP,’’ mantan wartawan Jawa Pos Radar Madura. (pus)