- - - -
Facebook  Twitter  Google+

28/03/2015

PMII Komisariat STAIN Pamekasan Tolak Kenaikan Harga BBM


lintasmaduranews - Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat STAIN Pamekasan, turun jalan tolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Sabtu (28/03/2015).

Aksi protes tersebut dilakukan dengan cara memblokade akses jalan provinsi, tepatnya di Jl Raya Panglegur. "Kami sangat kecewa dengan keputusan yang diambil pemerintah. Pasalnya kebijakan (menaikkan harga BBM) itu berdampak buruk terhadap perekonomian rakyat," kata Musyfiq Khoir, orator aksi.

"Pemerintah mengelabuhi rakyat Indonesia, kenaikan harga BBM dilakukan secara bertahap dan diam-diam. Kita ini dibodohi, pemerintah yang seperti ini bukan pro rakyat. Tapi ingin mematikan rakyatnya," protesnya.

Kenaikan harga BBM yang dilakukan secara bertahap tersebut, membuat perekonomian sejumlah pengusaha kecil tidak stabil. Sehingga dirinya menyatakan harus menolak kebijakan tersebut. "Jika perlu turunkan Jokowi, karena ia sungguh keterlaluian," ungkapnya.

Kegiatan turun jalan tersebut, sempat membuat arus lalu lintas jalur dari dan menuju kota Pamekasan tersendat. Sebab para aktivis menutup hampir seluruh akses jalan raya dengan pengawalan aparat kepolisian dari Polres Pamekasan.

Seperti diketahui, harga BBM khususnya premium kembali naik terhitung sejak pukul 00.01 WIB dini hari. Sebelumnya seharga Rp 6.800 per liter, saat ini kembali naik menjadi Rp 7.400 per liter. Demikian juga dengan harga BBM lainnya. (pin/beritajatim)