- - - -
Facebook  Twitter  Google+

08/03/2015

Polres Sumenep Menangkap Dua Penabang Pasir Ilegal


lintasmaduranews - Polres Sumenep menangkap dua penambang pasir ilegal diwilayah pesisir pantai utara Kecamatan Pasongsongan dan Ambunten. Keduanya adalah Yopi (56), asal Desa Geleman, Kecamatan Pasongsongan, dan Sugeng Hartono (26), warga Desa Ambunten Barat, Kecamatan Ambunten.

Humas Polres Sumenep, AKP Jaiman mengungkapkan, penangkapan penambang pasir illegal tersebut berawal ketika anggota melakukan patroli di Kecamatan Ambunten. Saat melintas di Desa Ambunten tengah, berpapasan dengan truck warna merah nopol M 8130 UP yang mengangkut pasir. Truk tersebut dikemudikan oleh Sugeng Purwanto.

"Saat diperiksa, ternyata sopir tidak bisa menunjukkan dokumen resmi pengangkutan pasir. Karena itu, sopir pun diamankan di Polres Sumenep," katanya, Minggu (08/03/15).

Menurut Jaiman, penangkapan terhadap pelaku penambangan pasir secara ilegal berawal dari kegiatan patroli yang dilakukan Anggota Shabhara Polres disepanjanag pantura. Waktu mereka melintas di Jl.Raya  Desa Ambunten Tengah, petugas berpapasan dengan Truck warna biru tanpa Plat Nomor sedang mengangkut Pasir.

Oleh petugas, truk yang dikemudikan Sugeng Hartono diberhentikan. Namun saat ditanya dokumen maupun surat-suratnya, si sopir tidak bisa menunjukkan surat-surat dimaksud, sehingga petugas mengamankan yang bersangkutan beserta barang buktinya.

Tidak berhenti di tempat tersebut, petugas melanjutnya patrolinya ke arah barat Kecamatan Pasongsongan. Di daerah tersebut, tepatnya melintas di Desa Gelaman, petugas kembali berpapasan dengan truk yang dikemudikan Rafii (40), warga setempat sedang mengangkut pasir, didepan Rumah Yopi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Rafii menunjukkan bahwa bukan pelaku, melainkan sopir yang bekerja pada Yopi, Untuk itu, dalam kegiatan patroli itu, Polisi menangkap dua orang tersangka.

”Saat ini, dua tersangka bersama barang buktinya berupa truck yang masih berisi pasir diamankan di Mapolres Sumenep untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut,” pungkasnya. (rri/beritajatim)