- - - -
Facebook  Twitter  Google+

19/03/2015

Sampang Banjir, Ratusan Rumah Terendam dan Petani Panen Dini


lintasmaduranews - Ratusan rumah yang berada di Desa Panggung, Desa Pasean dan Kelurahan Dalpenang, Kecamatan Kota, Kabupaten Sampang, Kamis (19/3/2015), terendam banjir akibat luapan sungai kemuning.

Banjir dengan ketinggian hingga lutut orang dewasa ini, memaksa sebagian besar warga mengungsi, untuk menghindari banjir lebih besar.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sampang, Akh Fauzan mengatakan, untuk wilayah terparah akibat banjir kali ini berada pada Desa Panggung. Sebab daerah tersebut merupakan dataran paling rendah, dan dekat dengan sungai kemuning.

"Desa Panggung yang lumayan ketinggiannya, tapi masih belum sampai satu meter," ucap Akh Fauzan, Kamis (19/3/2015).

Ditambahkannya, banjir sendiri diperkirakan akan segera surut, hal ini sesuai dengan hasil pantauan pihaknya. Sehingga masyarakat diminta tidak perlu panik.

"Sebagian wilayah di utara Sampang saat ini memang sedang hujan, tapi tidak akan berdampak terhadap ketinggian banjir. Karena banjir yang sekarang dampak dari hujan semalam," imbuhnya.

Selain itu, banjir akibat luapan sungai kemuning yang terjadi hari ini, membuat puluhan hektar tanaman padi di Desa Gunung Maddeh, Kecamatan Kota, Kabupaten Sampang terendam air setinggi 50 cm.

Selain terendam, tanaman padi milik petani setempat juga banyak yang roboh lantaran tersapu arus air. Sehingga memaksa dipanen lebih awal.

"Ini baru umur tiga bulan lebih, seharusnya dipanen satu minggu lagi," keluh Iis salah satu petani Desa Gunung Maddeh, Kamis (19/3/2015).

Menurutnya, panen lebih awal harus dilakukan, karena jika tanaman padi tetap dibiarkan dalam keadaan terendam banjir, dikawatirkan bulir padi membusuk. "Takut busuk kalau tidak segera dipanen," singkatnya.

Sementara, Sa'bani petani lainnya mengatakan, banjir memang kerap melanda tanaman padi milik petani di Desa Gunung Maddah, sebab masuk daerag dataran rendah, sehingga mudah tergenang.

"Kalau di utara hujan deras sawah disini pasti terendam, karena ini air kiriman," kata Sa'bani disela-sela kesibukannya memanen padi.

Pantauan di lapangan, banjir yang terjadi kali ini, selain merendam puluhan hektar tanaman padi milik petani, ratusan rumah juga ikut tergenang. (rri)