- - - -
Facebook  Twitter  Google+

20/03/2015

Satreskoba Polres Pamekasan Tangkap Pengedar Narkoba Asal Lumajang


lintasmaduranews - Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menangkap Endra Purwanto (27) warga Desa Seruni, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, karena mengedarkan Narkoba jenis sabu-sabu, Kamis (19/03/2015)

Pria yang kesehariannya berprofesi sebagai sopir truk jurusan Jakarta ini ditangkap oleh polisi di Jalan Masigit, tepatnya di depan Masji Agung As-shuhada’ Pamekasan, sekitar pukul 08:30 WIB, Selasa (17/03/2015) kemarin pagi.

“Pekerjaan saya sebagai sopir truk Jurusan Jakarta yang setiap hari ngangkut cabe, saya di sini (Pamekasan) sudah dua hari, tinggal di rumah nenek saya di ponjuk (Dusun Ponjuk Desa Pamoroh Kecamatan Kadur). Saya ke rumah nenek untuk meminjam uang,” kata Endra saat diwawancarai sejumlah wartawan, Kamis (19/03/2015).

Endra mengaku, diberi upah Rp 800 ribu untuk mengedarkan barang haram tersebut. “Saya ditelpon oleh orang yang tak dikenal. Janjian di depan Masjid Jamik, ternyata isi kardus yang diberikan orang itu Narkoba,” ungkapnya.

Kapolres Pamekasan, AKBP Sugeng Muntaha melalui Kasubag Humas, AKP Siti Maryatun mengungkapkan, selain mengamankan tersangkan, pihaknya juga mengamankan barang bukti (BB) berupa sabu-sabu seberat 38,22 gram, uang Rp 800 ribu dan satu buah Handphone merk Nokia.

Penangkapan ini kata Maryatun, berdasarkan informasi dari masyarakat, bahwa akan terjadi transaksi jual beli Narkoba di depan Masjid Agung As-shuhada’ Pamekasan.

“Setelah diintai ke TKP (tempat kejadian perkara) oleh unit Satresnarkoba ternyata benar. Endra ini, memakai kaus warna merah dan rambut gondrong, umur dibawah 30 tahun, itu ciri-ciri yang disampaikan salah satu masyarakat kepada kami,” jelasnya.

Sementara rekan korban yang memberikan kardus berisi Narkoba itu berhasil melarikan diri.

“Setelah dilakukan tes urine, Endra ini positif Narkoba. Tidak hanya pemakai tapi juga pengedar,” tuturnya.

Pelaku yang saat ini sudah mendekam di sel Mapolres Pamekasan, dan dijera Pasal, 112 ayat 2 sub 114 ayat 2 dan 132 ayat 1 dan 127 ayat I huruf a Undang-undang nomor 35 tahun 2009, dengan ancaman minimal 6 tahun maksimal 20 tahun penjara. (mediamadura)