- - - -
Facebook  Twitter  Google+

25/03/2015

Tari Asal Sumenep Tampil di Indosiar, Ramzi : Semoga Indosiar Makin Bersinar


lintasmaduranews - Tari Muang Sangkal  yang diciptakan pada tahun 1972 oleh Taufikurrachman, seorang seniman asal Sumenep, Madura, Jawa Timur ditampilkan oleh Sanggar bumi Joko Tolet Gus Halim Sumenep​ dalam ajang kontes Dangdut Academy 2 yang disiarkan langsung oleh Stasiun Televisi Indosiar, Selasa malam (24/3/2015).

Para penari Tari Muang Sangkal yang terdiri dari 5 orang itu berangkat ke Jakarta 3 hari sebelum tampil. Tari ini sengaja dibawa ke Jakarta sebagai bentuk promosi budaya dan wisata Kabupaten Sumenep.

Irwan, salah satu peserta kontes Dangdut Academy 2 asal Sumenep mengatakan, Tari Muang Sangkal sering ditampil untuk menyambut tamu agung dan juga merupakan simbul untuk membuang mala petaka yang akan terjadi, termasuk mala petaka yang akan dialami Indosiar.

“Sebenarnya Tari Muang Sangkal ini untuk menyambut tamu-tamu agung. Kalau misalkan membuang balak, otomatis di Indosiar ini ada, dengan adanya tarian ini membuang segala keburukan yang negative,” jelas Irawan.

Ramzi, pembawa acara kontes Dangdut Academy 2 berharap, dengan tampilnya Tari Muang Sangkal, Indosiar semakin jaya dan bersinar. “Mudah-mudahan dangdut akademik 2 bertambah bersinar,” harapnya.

Penampilan Tari Muang Sangkal  di Indosiar itu juga dibanggakan oleh masyarakt Sumenep karena telah turut serta mengenalkan seni dan budaya Madura, khususnya Sumenep.

Gerakan Tari Muang Sangkal tidak jauh beda dengan gerakan-gerakan tari lainnya. Namun Tari Muang Sangkal memiliki beberapa keunikan yang menjadi ciri khas Tari Muang Sangkal itu sendiri. Keunikan tersebut yaitu penarinya perempuan semua berjumlah ganjil, bisa satu, tiga, lima, tujuh, sebelas dan seterusnya, Pakaian yang dipakai adalah busana pengantin legga dengan dodot khas Sumenep, dan penarinya tidak dalam keadaan menstruasi.

Pada tahun 2008, Tari Muang Sangkal ini meneriman penghargaan dari Cak Durasin Award yang diwakili oleh Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur di Surabaya. Pada tahun 2008, Tarian Muang Sangkal juga pernah tampil dalam pelaksanaan Pekan Budaya Nasional yang dilaksanakan di Legian Beach, Denpasar Bali.

Ini merupakan sebuah penghargaan yang luar biasa dan patut disyukuri karena penghargaan semacam ini tidak diberikan mudah diperoleh. Untuk memperoleh penghargaan butuh usaha yang maksimal dan dukungan dari semua elemen masyarakt, khususnya masyarakat Sumenep dan masyarakat di luar Sumenep pada umumnya.(pusawi)