- - - -
Facebook  Twitter  Google+

17/03/2015

Wartawan Dilarang Wawancara di Ruang Komis B, SPG Diperbolehkan Masuk


lintasmaduranews - Larangan masuk ruang Komisi B DPRD Sumenep bagi wartawan, ternyata tidak berlaku bagi 'sales promotion girl' (SPG) rokok.

SPG berpakaian seksi ini justru bebas keluar masuk ruangan komisi yang membidangi ekonomi ini untuk menawarkan produk rokok.

"Ini kan aneh. Kami para wartawan dilarang masuk ruang komisi B untuk wawancara. Katanya ruang komisi harus steril. Kok malah SPG yang bajunya seksi-seksi itu bebas keluar masuk ruangan komisi B. Saya sangat menyayangkan," kata Syamsul Arifin, wartawan Harian Bhirawa, Kamis (17/03/15).

Larangan terhadap wartawan dan diperbolekannya SPG masuk ruang Komis B juga mendapat tanggapan dari warga. Salahsatunya warga Pulau Sapudi, Pusawi dalam akun Facebook "SUMENEP BARU" menatakan Komisi B ta' genna (Komisi B tidak beres).

"Wartawan dilarang melakukan wawancara di dalam ruangan Komis B DPRD Sumenep, tapi Sales Profesional Girl (SPG) rokok yang sama sekali tidak membawa aspirasi masyarakat diperbolehkan masuk. Komisi B ta' genna tretan," komentar Pusawi.

Sebelumnya, Selasa (10/03/15), salah satu anggota Komisi B DPRD Sumenep asal Partai Demokrat, Masdawi, melarang wartawan melakukan wawancara di ruangan Komisi. Pelarangan itu dilontarkan saat sejumlah wartawan akan mewawancarai Ketua Komisi B, Nurus Salam.

Versi Masdawi, berdasarkan hasil kesepakatan di Komisi B, wartawan tidak boleh wawancara di Komisi. Apabila akan melakukan wawancara, diminta di luar ruangan Komisi atau bisa dilakukan di ruangan fraksi.

Namun menurut Wakil Ketua Komisi B, Juhari yang memimpin rapat kesepakatan tersebut, point kesepakatan di Komisi B adalah materi wawancara, dan bukan tempat wawancara. Apabila pernyataan Ketua maupun anggota bukan merupakan hasil pleno Komisi, maka anggota maupun ketua komisi tidak boleh memberikan 'statement' mengatasnamakan komisi, karena itu merupakan pendapat pribadi. (beritajatim)