- - - -
Facebook  Twitter  Google+

13/03/2015

Waspada, Sumenep Marak Penipuan CPNS


lintasmaduranews - Sejak adanya rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) akhir 2014 lalu, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Sumenep sudah menerima sedikitnya lima pengaduan tentang maraknya praktek percaloan CPNS, dengan modus bisa meloloskan seseorang menjadi CPNS dengan membayar uang puluhan hinga ratusan juta rupiah.

Dalam melancarkan aksinya, para penipu mendatangi atau menelpon CPNS, lalu meminta uang puluhan juta rupiah, baik yang dibayar secara kontan ataupun ada yang dibayar secara bertahap, tergantung kemampuan korban.

“Praktek tersebut memang seringkali muncul tiap ada lowongan dan rekrumen CPNS, bahkan ada juga yang mengatakan kuota atau lowongan langsung di-droping dari Pemerintah Pusat,” terang Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Pemkab Sumenep, Titik Suryati, Kamis (12/3/2015).

Mantan Kabag Hukum Pemkab Sumenep ini meminta masyrakat tidak mempercayai dan tidak memberikan uang seperti yang diminta para calo tersebut, karena semua pengangkatan CPNS, termasuk formasinya, pasti akan dikoordinasikan melalui Pemkab Sumenep.

“Saya tegaskan, masyarakat jangan percaya, karena semua informasi CPNS pasti melalui pemkab, karena yang akan menggunakan dan menentukan formasinya juga pemkab,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris komisi A DPRD Sumenep, Hozaini Adhim berharap agar apabila ada kasus semacam itu hendaknya diproses melalui jalur hukum karena sudah masuk penipuan, sehingga ke depan tidak terulang lagi.

“Kalau yang melakukan PNS dan cuma ditangani BKPP, sanksinya bisa cuma teguran atau penurunan pangkat. Tapi, kalau dipolisikan maka akan ada dampak hukum,” pungkasnya. (rri)