- - - -
Facebook  Twitter  Google+

29/03/2015

Yaman Bergjolak, 200 Diplomat dan Staf PBB Dievakuasi


lintasmaduranews - Situasi di Yaman kian bergejolak sehingga Angkatan Laut Arab Saudi mengevakuasi para diplomat dari negeri itu hari ini. Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga menarik seluruh stafnya, menyusul malam ketiga serangan-serangan udara yang dilancarkan Saudi dan negara-negara lainnya.

Seorang perwira militer Saudi mengatakan seperti dilansir AFP, Minggu (29/3/2015), lebih dari 200 staf dari PBB, kedutaan-kedutaan asing dan organisasi lainnya telah dievakuasi dari negeri itu. Evakuasi dilakukan sementara militer Saudi dkk terus melancarkan serangan udara untuk memerangi para pemberontak Syiah Houthi.

Sumber diplomatik Teluk mengatakan, operasi militer ini semula direncanakan akan berlangsung satu bulan. Namun operasi ini bisa saja diperpanjang hingga lima atau bulan.

Sebelumnya, pemerintah Saudi telah menegaskan, operasi militer anti-Houthi ini akan terus dilakukan hingga pemerintahan sah Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi kembali berfungsi di Yaman.

Dalam operasi militer ini, Saudi mengerahkan 100 pesawat tempur dan 150 ribu tentara. Selain itu, pesawat-pesawat dari Mesir, Maroko, Yordania, Sudan, Kuwait, Uni Emirat Arab, Qatar dan Bahrain juga ikut serta dalam operasi besar-besaran ini.

Mesir, Pakistan, Yordania dan Sudan saat ini juga siap untuk berpartisipasi dalam operasi pertempuran di darat, jika nantinya diperlukan.

"Kampanye ini tujuannya untuk mencegah para pemberontak Houthi menggunakan bandara-bandara dan pesawat untuk menyerang Aden dan bagian-bagian Yaman lainnya serta mencegah mereka menggunakan roket-roket," tutur Menteri Luar Negeri Yaman Riyadh Yaseen.

Sebelumnya dalam statemen bersama, lima negara Teluk Arab: Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain dan Qatar telah memutuskan untuk bertindak melindungi Yaman dari apa yang mereka sebut sebagai agresi milisi Houthi yang didukung Iran.

Kota Aden di Yaman selatan kini menjadi basis Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi setelah meninggalkan ibukota Sanaa, yang sejak Februari lalu dikuasai pemberontak Houthi.