- - - -
Facebook  Twitter  Google+

01/04/2015

Diduga Lakukan Pungli, Sejumlah Kades Tuntut Kepsek SMKN 1 Tambelangan Mundur


lintasmaduranews - Adanya dugaan pungutan liar (pungli) terhadap siswa dilingkungan SMK Negeri 1 Tambelangan, kini mulai berbuntut panjang. Sebab sejumlah Kepala Desa di Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura, Jatim,  menuntut agar Kepala Sekolah (Kepsek) di sekolah tersebut mundur dari jabatannya.

Diminta hengkangnya Kepsek tersebut lantaran adanya dugaan intimidasi yang diduga pihak sekolah terhadap siswa yang melaporkan adanya dugaan pungli itu.

"Kalau memang pihak sekolah melakukan tekanan terhadap siswa yang melaporkan adanya dugaan pungli, maka saya minta agar Kepala Sekolah mundur, karena sebagian besar siswa di sekolah tersebut berasal dari desa saya," ucap Arifin, Kepala Desa Somber, Kecamatan Tambelangan, Selasa (13/1/2015).

Hal senada juga diutarakan Amir Mahmud, Kepala Desa Tambelangan, bahwa dugaan pungli di lingkungan SMK Negeri 1 Tambelangan harus diusut tuntas, karena jika dibiarkan akan berimbas terhadap keberlangsungan belajar siswa.

"Dugaan pungli ini harus di usut tuntas, jika ada ancaman terhadap siswa yang mengungkap dugaan itu, Kepala Sekolahnya harus mundur," tegasnya.

Sebelumnya, Kepsek SMK Negeri 1 Tambelangan, Budiono, enggan memberi penjelasan saat dikonfirmasi terkait adanya dugaan pungli terhadap siswanya.

"Tidak usah lah, tidak usah dimintai komentar," singkatnya.

Seperti yang diberitakan, dalam dugaan pungli pembayaran daftar ulang sebesar Rp 300 ribu setiap semester kapada para siswa, pada hari Senin 12 Januari 2015, sejumlah anggota DPRD Kabupaten Sampang mendatangi SMK Negeri 1 Tambelangan. Namun mereka mendapat hadangan dari siswa bahkan ada yang nekat melempari anggota Dewan dengan batu. (rri)