- - - -
Facebook  Twitter  Google+

18/04/2015

Lokalisasi Ditutup Sebelum Ramadan, PSK Dapat Pesangon Rp. 5 Juta

lintasmaduranews - Lokalisasi Kedung Banteng di Ponorogo, Jawa Timur, dipastikan akan tutup sebelum memasuki bulan suci Ramadan. Hal ini menindaklanjuti setelah ada kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten Ponorogo dan provinsi, serta sejumlah pihak terlibat.

"Semuanya sudah sepakat bahwa sebelum Ramadan dipastikan ditutup resmi," ujar Kepala Biro Administrasi Kesejahteraan Rakyat Pemprov Jatim, Hizbul Wathon seperti dilansir di Antara, Jumat (17/4).

Ia mengatakan, penutupan lokalisasi yang saat ini dihuni 176 orang pekerja seks komersil (PSK) dan 40 orang mucikari tersebut akan ditandai dengan deklarasi di wilayah setempat pada 6 Juni 2015. Hizbul menambahkan, penutupan lokalisasi di Ponorogo tetap akan melibatkan tokoh masyarakat, termasuk ulama yang tergabung dalam Ikatan Dai Lokalisasi (Idial).

"Persiapan penutupan sudah dilakukan, termasuk pendampingan pascapenutupan juga terus disosialisasikan," jelasnya.

Pada prinsipnya, kata Hizbul, Pemprov Jatim menampung aspirasi PSK. Yaitu agar pemerintah memfasilitasi mereka dengan keterampilan serta dibukakan lapangan kerja baru.

"Kami akan fasilitasi keinginan para WTS untuk usaha kerja yang baru. Kami siapkan dana maupun sarana yang dibutuhkan," ucapnya.

Para PSK yang keluar dari lokalisasi akan mendapat bantuan dari Pemprov dalam bentuk Usaha Ekonomi Produktif (UEP) sebesar Rp 3 juta per orang. Kemudian dari Kementerian Sosial juga ada bantuan untuk jatah hidup dan biaya transportasi sebesar Rp 2.050.000, sehingga total yang diberikan ke PSK nantinya adalah sebesar Rp 5.050.000.(merdeka)